Tertunda Sehari, Gubernur Papua Akhirnya Bisa Mencoblos

Tertunda Sehari, Gubernur Papua Akhirnya Bisa Mencoblos
Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan suaranya dalam pemilu yang tertunda satu hari, Kamis 18 April 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Roberth Isidorus )
Roberth Isidorus / HA Kamis, 18 April 2019 | 14:33 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Setelah sehari sebelumnya gagal memberikan suara, Gubernur Papua Lukas Enembe bersama istrinya Yulce Enembe akhirnya bisa mengikuti pemilu legislatif dan pemilihan presiden, Kamis (18/4/2019).

Diwarnai hujan deras, Lukas yang didampingi Asisten Doren Wakerwa mendatangi TPS 043, Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, sekitar pukul 11.00 WIT. Hanya menggunakan KTP elektronik, Gubernur dan Ny Yulce Enembe langsung mengambil surat suara dan masuk ke bilik suara.

Setelah berada di bilik suara selama 8 menit, Gubernur selanjutnya memasukan surat suara yang telah dicoblos ke masing-masing kotak suara untuk Pilpres dan Pileg. Gubernur bersama istri kemudian berpose sambil menunjukan jari yang telah dicelup tinta.

Kepada wartawan yang telah menunggu sejak pagi, Gubernur mengungkapkan sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya datang ke TPS dan menyalurkan hak suaranya meskipun terjadi penundaan.

"Kita sebagai warga negara mempunyai hak politik, karena itu harus datang ke TPS. Kalau kita tidak datang ke TPS dan menyalurkan hak poltik, kita sendiri yang rugi," katanya.

Di kesempatan itu, Gubernur mengimbau warga di Distrik Abepura dan Jayapura Selatan, Kota Jayapura yang sebelumnya belum sempat mencoblos agar mengikuti pemilu susulan.

"Saya yakin banyak warga yang tak datang pada Pemilu susulan karena sebagian besar masuk kerja. Tetapi kalau bisa warga tetap datang untuk memilih Presiden dan Legislatif baik itu di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota," harapnya.

Gubernur juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua untuk bekerja secara maksimal agar seluruh hasil Pemilu di 29 kabupaten/kota di Papua sudah bisa masuk ke tingkat pusat pada 22 April mendatang.

"KPU harus bekerja maksimal sesuai jadwal, karena rekapitulasi suara untuk Pilpres dan Pileg ini sudah harus masuk di Jakarta pada 22 April," ujarnya.

Diketahui, 702 TPS di Distrik Jayapura Selatan dan Abepura diputuskan melakukan Pemilu susulan pada Kamis karena adanya keterlambatan distribusialogistik Pemilu di ratusan TPS itu.

Keputusan penundaan Pemilu ini merupakan hasil rapat bersama antara KPU Papua dan KPU Kota Jayapura, serta Bawaslu Papua dan Bawaslu Kota Jayapura.



Sumber: Suara Pembaruan