KPU Imbau Publik Cermat dalam Melihat Perolehan Suara

KPU Imbau Publik Cermat dalam Melihat Perolehan Suara
Ilustrasi rekapitulasi penghitungan suara. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WBP Jumat, 19 April 2019 | 13:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi meminta publik cermat dalam melihat dan membaca perolehan suara Pilpres 2019 di sistem penghitungan (situng) KPU. Pasalnya, ada pihak yang men-capture hasil situng KPU tanpa menjelaskan jumlah data yang masuk dan waktu pengambilan data tersebut.

"Publik harus waspada, cermat dalam melihat angka perolehan, jangan liat angkanya, tapi tulisan diambil jam berapa," ujar Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Menurut Pramono Ubaid Tanthowi, data situng KPU merupakan real count karena data yang masuk merupakan hasil penghitungan suara di TPS yang tercantum di formulir C1. Formulir C1 tersebut di-scan oleh KPU kabupaten/kota untuk dikirim ke KPU RI. Namun, kata dia, ada pihak yang men-capture data perolehan suara di situng dengan memotong jumlah data yang masuk sehingga seolah-olah hasil resmi KPU.

"Beberapa pihak sengaja capture situng KPU, bagian bawah jumlah data yang masuk ditutup atau dipotong sehingga seakan-akan itu hasil resmi KPU," tandas Pramono Ubaid Tanthowi.

Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan scan formulir C1 dari TPS terus masuk ke KPU. Namun, sampai saat ini data yang masuk dari TPS baru 1 persen lebih. Menurut dia, perolehan suara baru stabil jika 75 persen lebih data form C1 masuk ke situng. "Dalam waktu 5 hingga 6 hari ke depan angka bisa di atas 75 persen. Itu bisa stabil," ungkap Pramono Ubaid Tanthowi.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com pada https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/, hingga pukul 11.30 WIB, jumlah data yang masuk ke situng sebanyak 11.543 dari 813.350 TPS. Jumlah tersebut setara dengan 1,4 persen TPS. Dari data yang masuk, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebanyak 56,2 persen dan Prabowo-Sandi sebanyak 43,8 persen.



Sumber: BeritaSatu.com