KPU: Pendukung Paslon Harus Tahan Diri dan Kawal Rekapitulasi

KPU: Pendukung Paslon Harus Tahan Diri dan Kawal Rekapitulasi
Pemilu 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Yustinus Paat / WBP Jumat, 19 April 2019 | 14:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengimbau kepada pasangan calon presiden-wakil presiden, tim sukses dan para pendukung untuk menahan diri menunggu hasil penghitungan perolehan suara resmi dari KPU. KPU akan mengumumkan hasil resminya paling lama pada 22 Mei 2019.

"Yg penting kedua belah pihak menahan diri," ujar Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta, Jumat (19/4).

Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan wajar saja jika masing-masing pasangan calon mengklaim kemenangan baik berdasarkan hasil quick count lembaga survei atau hasil real count dari internal. Namun semua pihak harus menahan diri dan mengkawal rekapitulasi KPU yang dilakukan secara berjenjang.

"Harus mengikuti kawal proses rekap suara yang dilakukan KPU. Kita harap seluruh parpol capres-cawapres bisa tempatkan saksi di kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional," imbuh Pramono Ubaid Tanthowi.

Menurut Pramono Ubaid Tanthowi, penempatan saksi peserta pemilu sangat penting untuk memastikan suara rakyat benar-benar dijaga kemurniannya. Hal ini juga untuk mencegah adanya kecurangan dan memastikan petugas KPU bekerja profesional dan transparan.

"Suara pemilih yang diberikan di TPS betul-betul kita jaga kemurniannya melalui sistem rekap KPU. Pada akhirnya, KPU tetapkan hasil pemilu bisa diterima semua peserta pemilu," pungkas Pramono Ubaid Tanthowi.



Sumber: BeritaSatu.com