KPU Harus Cermat Input Data Perolehan Suara Pemilu

KPU Harus Cermat Input Data Perolehan Suara Pemilu
Real count hasil pemilihan presiden oleh KPU, pukul 14.30 WIB, 19 April 2019. ( Foto: KPU )
Yeremia Sukoyo / FER Jumat, 19 April 2019 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga saat ini masih terus melakukan penginputan perolehan suara ke dalam sistem data yang dimilikinya.

Proses input perolehan suara ke dalam sistem data KPU pun tengah menjadi sorotan karena dinilai banyak kesalahan. Dari hasil penelusuran, data yang masuk ke dalam sistem KPU berbeda dengan hasil C1 yang menjadi alat bukti transparansi penghitungan suara di sejumlah daerah.

Praktisi Intelijen, Fauka Noor Farid, menilai, KPU harus lebih hati-hati, sebab proses input data sudah menjadi sorotan penuh banyak pihak. KPU dan lembaga survei menjadi sumber permasalahan yang diperhatikan masyarakat. Sebab hasil di lapangan tidak sesuai dengan hasil lembaga survei dan input data KPU yang tidak sesuai.

"Permasalahannya, ini adanya ketidaksesuaian, input data di sistem KPU ditemukan berbeda dengan hasil C1. Itu bisa dibuktikan. Hasil di lapangan, real count jauh berbeda dengan quick count dari lembaga survei," kata Fauka, di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Menurut Fauka, aparat hukum seharusnya juga dapat menindak tegas temuan kecurangan yang ada. Aparat hukum tidak boleh menakut-nakuti masyarakat yang meminta keadilan. Namun, harus benar-benar menindak tegas segala bentuk kecurangan yang ada buktinya.

"Panglima TNI juga harus memberikan warning, pada siapa pun yang melakukan kecurangan harus ditindak tegas. Kapolri harus benar-benar menindak, baik lembaga maupun perorangan yang melakukan kecurangan," harap Fauka.



Sumber: Suara Pembaruan