PSI: Prabowo Harus Belajar dari Grace Natalie tentang Sikap Negarawan

PSI: Prabowo Harus Belajar dari Grace Natalie tentang Sikap Negarawan
Ketua Umum PSI Grace Natalie. ( Foto: istimewa )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 19 April 2019 | 19:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa seharusnya Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto belajar dari Ketum PSI Grace Natalie. Menurut Antoni, Grace mengakui kekalahan, tidak lolos masuk parlemen dengan berkaca dari lembaga survei yang kredibel yang melakukan hitung cepat atau quick count.

"Pak Prabowo mestinya meneladani Ketum PSI Grace Natalie, yang dengan teguh hati mengakui kegagalan PSI masuk Senayan karena hanya memperoleh 2 persen (sekitar 3 juta pemilih), tidak mencapai suara nasional dari 4 persen yang disyaratkan UU," ujar Antoni di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Antoni menilai keinginan rakyat untuk menjadikan 17 April sebagai puncak partisipasi politik dan mengakhiri perbedaan politik yang tajam akhirnya kandas. Pasalnya, Prabowo menolak menyatakan kekalahannya meski semua lembaga survei yang kredibel melalui quick count menunjukan kekalahan Prabowo.

"Quick count adalah metode saintifik-akademik yang sudah mapan dan diterapkan di berbagai belahan dunia yang dapat memberikan indikasi akurat siapa pemenang pemilu," jelas dia.

"Sayang, Pak Prabowo yang sering mengaku sebagai patriot dan negarawan justru memperpanjang keterbelahan politik dengan menolak hasil quick count, bahkan mengumumkan dirinya sebagai pemenang pemilu," tutur Antoni menambahkan.

Lebih lanjut, Antoni mengatakan peserta pemilu termasuk capres memiliki peluang meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia dengan mentradisikan membuat concession speech setelah quick count telah diumumkan.

"Siap menang dan siap kalah adalah tradisi penting demokrasi yang gagal ditunjukan Prabowo. Mestinya dia belajar ke Grace Natalie," pungkas Antoni.



Sumber: BeritaSatu.com