MUI: Jaga Persatuan, Jangan Larut dalam Euforia
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

MUI: Jaga Persatuan, Jangan Larut dalam Euforia

Jumat, 19 April 2019 | 21:57 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Ulama Indonesia menggelar Tausiah Kebangsaan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar terus mengedepankan persatuan dan kesatuan, di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Tausiah Kebangsaan yang digelar sekaligus mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, agar tetap menjaga keutuhan bangsa dan mengedepankan persatuan pascaperhelatan Pemilu 2019.

Dalam Tausiah Kebangsaan, Ketua MUI Yusnar Yusuf Rangkuti, mengajak seluruh keluarga besar bangsa, khususnya umat Islam, untuk bersyukur atas terselenggaranya Pemilu yang lancar dan terkendali. Walaupun masih ditemui kekurangan dan kelemahan, Pemilu 2019 secara umum berjalan lancar.

Dalam kesempatan itu, MUI juga mengajak kepada semua pihak untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu hingga penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional tersebut melalui cara-cara langsung atau tidak langsung, melalui pemberitaan hasil quick count karena bersifat menggambarkan sesuatu yang belum pasti tetapi dapat dan telah menimbulkan euforia berlebihan dari rakyat pendukung, yang pada gilirannya dapat mengundang reaksi dari pihak lain," kata Yusnar Yusuf Rangkuti.

Dirinya mengingatkan, klaim kemenangan oleh kedua pasangan capres dan cawapres, dapat dan telah menimbulkan euforia dari pendukung masing-masing. Kondisi itu sangat berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Selain itu, pemberitaan media massa maupun media sosial yang tidak berimbang bisa menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.

Di kesempatan yang sama, MUI juga menyerukan kepada semua pihak, baik tim sukses, relawan, dan pendukung masing-masing pasangan capres dan cawapres untuk dapat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri. Namun, sebaiknya menyerahkan penyelesaian setiap sengketa melalui jalur hukum berdasarkan prinsip taat konstitusi.

Selanjutnya, MUI juga mendesak kepada penyelenggara pemilu agar bekerja sesuai amanat konstitusi. Yakni berdasarkan asas langsung, bebas, rahasia, serta jujur dan adil untuk tahapan-tahapan berikutnya.

"Untuk tahapan berikutnya senantiasa berpegang teguh kepada asas-asas tadi. Khususnya kejujuran dan keadilan. Maka KPU, Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), dan pihak keamanan beserta agar masing-masing untuk berlaku profesional, obyektif, transparan, dan imparsial atau non partisan," ujar Yusnar.

Kemudian, secara khusus MUI juga mendesak lembaga penegakan hukum dan keamanan yakni Mahkamah Konstitusi, TNI, dan Polri untuk mengemban amanat dan tanggung jawab dengan tidak mengedepan kepentingan kecuali kepada bangsa dan negara.

"MUI menyerukan kepada umat Islam khususnya agar dapat menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk menegakkan persaudaraan keislaman, ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan kebangsaan, ukhuwah wathoniyah dalam koordinasi MUI," katanya mengingatkan.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin, mengakui, MUI telah mengadakan rapat khusus membicarakan dinamika nasional pasca pelaksanaan tahapan pemilu. Ada banyak masukan dari berbagai ormas islam yang dirumuskan menjadi tausiah kebangsaan.

Menurut Din, dari banyak masukan ormas dan informasi-informasi lainnya, ada potensi gesekan pasca pemilu seperti pembakaran kantor KPPS. Semua sebagai akibat dari euforia massa yang berlebihan setelah mengetahui hasil hitung cepat yang sangat potensial mengundang reaksi.

"Para ulama sudah membaca gelagat ini harus segera ditangkal. Maka kami bersepakat mengeluarkan tausiah," kata Din Syamsudin.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Menurut KIK, Parpol Pengusung Jokowi Kuasai 60% Parlemen

Setidaknya 60 persen kursi (346 kursi) DPR RI akan dikuasai oleh parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin.

POLITIK | 19 April 2019

BPN: Prabowo Menang di 22 Provinsi, Artinya Menang 64%

Arief mengklaim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di 22 provinsi.

POLITIK | 19 April 2019

Kubu Prabowo Bakal Laporkan KPU dan KPU Jaktim ke DKPP

Menurut BPN, suara Prabowo-Sandi di TPS itu 162 suara tetapi berkurang menjadi 56 suara saat input data.

POLITIK | 19 April 2019

BPN Beberkan Bentuk Kecurangan di Pilpres 2019

KPU dinilai mencoba melakukan penyamaan real count dengan hasil hitung cepat.

POLITIK | 19 April 2019

Dokter Sarankan Sandiaga Istirahat Total

Sandiaga didiagnosa menderita penyakit gangguan lambung dan radang tenggorokan.

POLITIK | 19 April 2019

Sandiaga Alami Gangguan Lambung dan Radang Tenggorokan

Dokter menyarankan Sandiaga untuk beristirahat total.

POLITIK | 19 April 2019

Mahfud MD: Belum Ada yang Berhak Klaim Kemenangan Pilpres 2019

Mahfud MD menyebut setiap pasangan calon yang bertarung di Pilpres 2019 belum berhak menyatakan atau mengaku menang.

POLITIK | 19 April 2019

IWD: Hasil Hitung Cepat Dekati Real Count KPU

Selisih antara quick count dan real count berkisar di bawah 1 persen hingga maksimal 2 persen.

POLITIK | 19 April 2019

Buya Syafii: Tak Perlu Klaim Menang, Tunggu Hasil KPU

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif meminta semua pihak bersabar menunggu hasil penghitungan resmi KPU terkait Pilpres 2019.

POLITIK | 19 April 2019

Rekapitulasi Suara Tingkat Kecamatan Maksimal 17 Hari

Jumlah TPS per kecamatan bervariasi.

POLITIK | 19 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS