Quick Count Merepresentasikan Hasil Pilpres 2019

Quick Count Merepresentasikan Hasil Pilpres 2019
Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo, dan calon wakil presiden KH. Ma’ruf Amin, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Maritim Luhut B. Panjaitan, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, dan Ketua TKN Erick Thohir, mengamati hasil hitung cepat (quick count) pilpres 2019 di Gedung Jakarta Theater, Jakarta, Rabu 17 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / FER Jumat, 19 April 2019 | 22:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hasil hitung cepat atau quick count lembaga-lembaga survei menunjukan pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf lebih unggul dari pasangan nomor 02, Prabowo-Sandi.

Ketua Umum Barisan Nasionalis, Tri Budiarto, menyampaikan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf atas hasil tersebut. Meskipun hasil quick count bukan pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), quick count merupakan metode ilmiah yang telah terbukti merepresentasikan kondisi sebenarnya.

"Untuk itu, selamat kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin telah diberikan amanah memimpin Indonesia lima tahun ke depan," kata Tri seperti dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Jumat (19/4/2019).

Tri Budiarto mengimbau agar masyarakat tetap bersabar menunggu dan menerima hasil resmi KPU. Tujuannya untuk menghindari kegaduhan diantara sesama anak bangsa.

"Agar Pemilu 2019 ini berjalan sukses dan damai, sebaiknya kita tetap menjaga keamanan dan kekondusifan jalannya demokrasi," ujar Tri Budiarto.

Tri Budiarto pun menyebut, "Dengan begitu, rencana dan upaya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memprovokasi masyarakat melakukan aksi-aksi provokatif dan inkonstitusional tidak terjadi. Kita harus tetap menjaga persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa."

Tri Budiarto menyerukan kepada seluruh jajaran Barisan Nasionalis dan segenap lapisan masyarakat untuk mendukung langkah Polri dan TNI menindak tegas pihak-pihak yang ingin melakukan aksi-aksi inkonstitusional dan membahayakan jalannya pemerintahan.

Sebelumnya, TNI/Polri telah melakukan konfrensi pers pada acara tertutup persiapan pengamanan pasca pencoblosan yang dipimpin oleh Menko Polhukam Wiranto di Kantor Menko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

TNI/Polri menyatakan tetap menjaga stabilitas kemanan dan bertindak tegas kepada yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan serta tidak mentolerir adanya aksi-aksi inkonstitusional yang merusak proses jalannya demokrasi.



Sumber: Suara Pembaruan