Soal Hasil Pilpres 2019, Garda Matahari Serukan Istiqomah Konstitusi

Soal Hasil Pilpres 2019, Garda Matahari Serukan Istiqomah Konstitusi
Koordinator Nasional Garda Matahari M Azrul Tanjung saat memberi sambutan di acara Upgrading Koordinator Resimen Tingkat Kelurahan/Desa se Kota Serang, di Hotel Puri Kayana, Serang, Rabu (13/3). ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / WM Jumat, 19 April 2019 | 23:39 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Garda Matahari Azrul Tanjung menyerukan istiqomah konstitusi dalam menyikapi hasil Pilpres 2019. Azrul mengingatkan semua pihak untuk bersabar menunggu keputusan KPU sebagai lembaga berwenang dalam penetapan hasil politik elektoral di negara ini.

"Kelak jika ada pihak yang merasa tidak puas disarankan menempuh penyelesaiannya secara hukum. Kita harus istiqomah menempuh penyelesaian masalah dan konflik kepentingan ini melalui jalur konstitusi," ujar Azrul kepada Beritasatu.com, Jumat (19/4/2019).

Menurut Azrul, jika menginginkan perubahan maka tempuhlah secara konstitusional. Dia mengajak para elite dan masyarakat bersama-sama menjaga kondusifitas kegembiraan pemilu ini.

"Jangan ada yang mencederai keindahan bingkai demokrasi yang telah direnda dengan senyum semringah oleh seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Seharusnya, kata Azrul masa penantian keputusan KPU ini lebih banyak dihiasi rasa syukur kepada Allah SWT dan menjahit kembali semangat yang sempat tercederai akibat dinamika perpolitikan sebelum hari pencoblosan.

“Mari bergandengan tangan dan satukan potensi menjadi kekuatan bersama untuk menuntun negeri indah ini menjemput takdir sejarahnya sebagai bangsa besar,” ajak Sekretaris Jenderal Kornas Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

Lebih lanjut, Azrul mengatakan, Indonesia hari ini adalah bentuk final darul ahdi wa syahadah sehingga pemilu yang sedang berjalan sekarang beserta hasilnya adalah produk hukum yang sah dari pemerintahan yang legitimate. Darul ahdi dalam kerangka negara, kata dia, menjadi tempat kita melakukan konsensus nasional yang mengakomidir kemajemukan bangsa baik dalam perspektif SARA, golongan atau stratum sosial, teritorial dan daerah serta kekuatan sosial politik yang tumbuh dan berkembang di dalamnya.

"Demikian juga darul syahadah artinya di negara inilah tempat kita mengukir prestasi, berbagi kebajikan dan mengisi amal shaleh untuk memberatkan timbangan pahala yang akan dipertanggunjawabkan di kehidupan abadi kelak. Disinilah kita membangun negara yang maju, makmur dan adil bermartabat," jelas dia.

Hal ini sudah disampaikan Azrul saat menerima rombongan Koorwil Garda Matahari Provinsi DKI Jakarta di markasnya Jakarta (18/4/2019).

Rombongan Korwil Garda Matahari DKI Jakarta yang dipimpin ketuanya, Darmanto, secara khusus mendatangi Markas Kornas Garda Matahari di Kwitang untuk melaporkan kondisi lapangan sekaligus menyampaikan pengaduan, masukan dan saran tindakan dari berbagai respons masyarakat yang dihimpun oleh resimen atas beredarnya video ajakan people power.

Azrul Tanjung dalam menanggapi laporan tersebut menyampaikan apresiasi, penghormatan dan terimakasih kepada resimen yang turut menjalankan cipta kondisi dalam bentuk kecermatan dan kepekaannya membaca tanda-tanda dini masalah sosial di lingkungannya serta dengan cepat melaporkan kepada struktur satu tingkat di atasnya.

Kornas Garda Matahari ini meminta kepada seluruh jajarannya agar tetap berpikir jernih dan bertindak proporsional.

“Jika kita menganggap materi video tersebut keliru maka jangan tangapi dengan cara keliru. Jangan hanya karena nafsu dan sikap kalap segelintir manusia menggelincirkan rakyat berjuta-juta. Serahkan kepada aparat hukum yang menyelesaiannya” imbuhnya.

Potensi kader penggerak Garda Matahari khususnya DKI Jakarta beserta daerah penyangga Bekasi, Bogor, dan Tanggerang berjumlah 47.348 personil. Jika melibatkan 10 personil kader pelopor yang menjadi unsur meletak pada diri setiap personil resimen maka untuk bantuan penugasan cipta kondisi regu gerak cepat Garda Matahari bisa mencapai 521.188 personil



Sumber: BeritaSatu.com