Cendekiawan Lintas Agama: Jangan Provokasi Tindakan Inkonstitusional

Cendekiawan Lintas Agama: Jangan Provokasi Tindakan Inkonstitusional
Warga menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Kampung Cinderejo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/4/2019). TPS unik bertema "Nyoblos" di Becak tersebut untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 ( Foto: ANTARA FOTO )
Asni Ovier / AO Sabtu, 20 April 2019 | 18:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Para cendekiawan lintas agama yang tergabung dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan meminta dua kubu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk tidak melakukan provokasi yang mengarah kepada tindakan-tindakan inkonstitusional. Semua pihak diimbau untuk menunggu hasil perhitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan acuan resmi sesuai konstitusi.

“Kami mengimbau semua pihak baik, baik pasangan nomor urut 01 maupun 02, untuk menahan diri dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memprovokasi terjadinya tindakan inkonstitusional. Kami juga menghimbau semua pihak untuk menunggu hasil perhitungan KPU yang merupakan acuan resmi sesuai konstitusi,” demikian bunyi surat pernyataan para cendekiawan lintas agama yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Surat pernyataan itu ditandatangani Ketua Umum DPP Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) Tri Handoko Seto, Ketua Umum Persatuan Inteligentia Kristen Indonesia (PIKI) Baktinendra Prawiro, Ketua Presidium PP Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (Iska) V Hargo Mandirahardjo, Ketua Umum PP Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, dan Wakil Ketua Umum Keluarga Cendekiawan Buddha Indonesia (KCBI) Budiharto Hasbun.

Dikatakan, pesta demokrasi lima tahunan melalui pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) secara serentak untuk pertama kalinya pada 2019 telah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Partisipasi pemilih yang bahkan mencapai 80% merupakan sebuah pencapaian fenonenal setelah Era Reformasi.

“Karena itu, patut diberikan apresiasi atas kinerja penyelenggara pemilu, yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP. Tentunya, apresiasi yang sama patut diberikan kepada aparat keemanan, yang terdiri atas para prajurit TNI, Polri, dan seluruh komponen masyarakat yang telah berkerja keras untuk kesuksesan pelaksanaan pemilu 17 April lalu,” ujar para cendekiawan.

Dikatakan, meski pemilu lancar, saat ini ada gejala semakin menghangatnya situasi politik. Hal itu memunculkan kekhawatiran akan semakin terkoyaknya tenun kebangsaan Indonesia yang dicintai seluruh rakyat Indonesia.

Para cendekiawan lintas agama pun meminta para pendukung pasangan 01 dan 02 untuk terus mengawal jalannya perhitungan resmi KPU dengan tetap menjaga rasa saling percaya dan saling menghargai. Mereka juga mendorong dimanfaatkannya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penuh integritas untuk membuat semakin akuntabel dan transparannya pelaksanaan pemilu.

“Kami juga menegaskan bahwa NKRI dengan dasar negara Pancasila dan konstitusi UUD 1945 yang menjadi acuan gerak, tindakan, dan patokan kita dalam berbangsa dan bernegara. Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada dan semua komponen umat beragama, untuk bersatu menciptakan kedamaian dan menjaga suasana tetap kondusif dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di negeri tercinta ini,” ujar para cendekiawan lintas agama.



Sumber: BeritaSatu.com