BPN Ungkap Kecurangan di Bangkalan Madura

BPN Ungkap Kecurangan di Bangkalan Madura
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Sujono Djojohadikusumo (tengah), bersama juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria (dua kiri), menjawab pertanyaan wartawan usai menemui pimpinan KPU di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin 11 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Hotman Siregar / CAH Sabtu, 20 April 2019 | 19:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengungkap berbagai kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres 2019. Ia mencontohkan adanya informasi dari Kabupaten Bangkalan, Madura yakni sejumlah TPS-TPS itu pemiliknya semua tanggal lahir yang sama.

"Ada 250 pemilik tanggal lahir yang sama ada 1 Juli atau 1 Januari dan itu ada sampai 250 per-1 TPS. Kami lihat di TPS-TPS di Bangkalan itu sama," beber Hashim dalam konferensi pers di Jl Kartanegara No 4, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

BPN, kata Hashim, telah mengirimkam tim ke kampung-kampung TPS-TPS itu.Ternyata menurut keterangan dari warga di sana 90 persen dari desa-desa itu adalah TKW dan TKI.

"Sehingga orang-orang di sana kaget kok nama-nama ini sebetulnya tidak ada. Itu adanya di luar negeri. Itu keterangan tim yang kami kirim ke Bangkalan," katanya.

Hasilnya, kata Hashim, BPN tidak terlalu kaget karena baru dapat informasi di Kabupaten Bangkalan pasangan nomor 01 dapat 80 persen, sedangkan pasangan nomor 02 hanya 19 persen.

Bila dibandingkan dengan 2014, suara Prabowo-Hatta Rajasa menang di Bangkalan. "Pak jokowi dan pak JK kalah di Bangkalan kok lima tahun kemudian bisa kalah telak. Hanya dapat 19 persen. Ini yang kami sampaikan sebagai bukti sebagai acuan bahwa terjadi kecurangan," kata Hashim Djodjohadikusumo.

Contoh kecurangan lainnya seperti hingga sekarang belum dapat kejelasan dari kasus kecurangan di Malaysia. Dimana ada satu partai tertentu pendukung paslon 01 diuntungkan.

"Kebetulan saja yang diuntungkan salah satu caleg yang anaknya notabene dubes di Malaysia dan itu semua menguntungkan 01. 01 dan Caleg dari Nasdem," tambah Hashim Djodjohadikusumo.



Sumber: Suara Pembaruan