BPN Laporkan 1.200 Indikasi Kecurangan Pilpres ke Bawaslu

BPN Laporkan 1.200 Indikasi Kecurangan Pilpres ke Bawaslu
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Sujono Djojohadikusumo (tengah), bersama juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria (dua kiri), menjawab pertanyaan wartawan usai menemui pimpinan KPU di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin 11 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Hotman Siregar / FER Sabtu, 20 April 2019 | 20:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menemukan ribuan indikasi kecurangan pemilu di berbagai daerah di Indonesia. Tim advokasi BPN telah melayangkan laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: Data C-1 Jadi Dasar Prabowo Umumkan Kemenangan

"Data yang sudah masuk ada 1.200 kasus yang mencerminkan indikasi kecurangan. Ini kami laporkan ke Bawaslu dan pihak-pihak lain," kata Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 April 2019.

Hashim mengatakan dugaan kecurangan pemilu ditemukan di tingkat TPS baik dalam proses pemungutan suara dan penghitungan suara.

"Ada kertas suara digotong ke tempat yang tidak representatif, ada petugas KPPS nyoblos sendiri kertas suara hingga muncul angka yang fantastis," jelas Hashim.

Karenanya, lanjut Hashim, BPN Prabowo-Sandi mendorong KPU dan Bawaslu untuk ambil langkah tegas untuk menciptakan pemilihan yang jujur dan adil.

Baca Juga: Prabowo Imbau Masyarakat Jaga Hasil Perolehan Suara

"Kami menghargai segala kerja keras yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu. Kami yakin KPU dan Bawaslu terdiri dari orang-orang yang bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara, serta menjunjung tinggi sumpah jabatan untuk menegakkan demokrasi di Indonesia," ucap Hashim.

Sementara itu, Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said, mengatakan dugaan kecurangan yang terjadi pada pemilu 2019 sangat menghawatirkan. Menurut Sudirman, kecurangan bisa membahayakan demokrasi.

"Jadi kecurangan ini menjadi warning, bahwa jangan sampai bangsa ini jatuh kepada proses menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan," kata Sudirman Said.



Sumber: Suara Pembaruan