Kesalahan Input Data C-1

KPU: Tidak Ada Niat Curang, Petugas Kelelahan

KPU: Tidak Ada Niat Curang, Petugas Kelelahan
Sejumlah petugas melakukan proses scan ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / YS Sabtu, 20 April 2019 | 22:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman menegaskan, pihaknya tidak ada niat melakukan kecurangan dalam melakukan entry data C-1 ke Situng KPU. Menurut Arief, kesalahan entry data C-1 murni karena faktor human error, yakni kelelahan para petugas KPU di daerah.

"Jadi saya tegaskan, tidak ada niat untuk curang. Kalau terjadi karna kesalahan input, itu saya menduga murni karna kesalahan human error," ujar Arief Budiman di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Arief menggambarkan bagaimana petugas KPU mulai dari KPPS, PPK, PPS, dan KPU Kabupaten/Kota bekerja 24 jam untuk melakukan pemungutan suara hingga penghitungan suara. KPPS, kata dia, sudah bekerja sejak jam enam pagi pada hari pemungutan suara, Rabu, 17 April 2019.

KPPS terus bekerja sampai selesai penghitungan suara di TPS sampai pukul 24.00 WIB. Bahkan ada berlanjut sampai hari berikutnya, Kamis, 18 April 2019. Begitu juga petugas PPK, PPS, dan KPU Kabupaten/Kota bekerja kurang lebih hingga pukul 12 malam.

"Kemudian KPU Kabupaten/Kota itu sejak mulainya tahapan itu sudah bekerja over time, mungkin petugas entry ini yang kita memang meminta ini kalau bisa dalam waktu 1x24 jam selesai, itu (semua) jenis pemilu, 1x24 jam, jadi kerja ngebut," terang dia.

Karena faktor kelelahan, kata Arief, terbuka kemungkinan kesalahan entry data C-1 ke situng. Namun, kesalahan-kesalahan tersebut tidak dibiarkan, tetapi langsung dikoreksi. KPU juga sudah membuka ruang bagi warga yang menemukan kesalahan entry data C-1 untuk melaporkan ke KPU.

"Kalau ada kesalahan yah, sama-sama kita berikan informasinya, tentu yang bisa lakukan koreksi kita, nanti kita akan lakukan koreksi," tandas dia.

Arief mengatakan, jika KPU curang tentu KPU tidak perlu mempublikasikan C-1 tersebut. Namun, KPU tetap mempublikasi C-1 agar mencegah terjadi kecurangan. Yang dipublikasi ke publik bahkan dalam dua bentuk, yakni scan C-1 asli dan entry data yang tertera pada scan C-1.

"Tidak ada kesalahan yang dibiarkan, kesalahan itu harus dikoreksi. Kalau salah inputnya, ya inputnya (yang diperbaiki). Kalau orangnya yang salah nanti saya serahkan pada DKPP kalau misalkan ada unsur yang memang dia sengaja berbuat salah," pungkas Arief.

Sebelumnya, ditemukan sejumlah kesalahan entry data C-1 ke Situng dari sejumlah TPS di beberapa daerah, seperti DKI Jakarta, Riau, Maluku, Jawa Tengah, NTB, Banten, dan Jawa Barat. KPU telah melakukan koreksi atas kesalahan entry data C-1 tersebut dan mengakui kesalahan tersebut sebagai kesalahan petugas, bukan karena situng KPU diretas.