Soal Klaim Kemenangan, KPU-Bawaslu Minta Dua Kubu Tunggu Hasil Resmi

Soal Klaim Kemenangan, KPU-Bawaslu Minta Dua Kubu Tunggu Hasil Resmi
Ketua KPU Arief Budiman ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / YS Sabtu, 20 April 2019 | 23:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta kubu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi menunggu hasil resmi Pemilu yang diumumkan KPU paling lama pada 22 Mei 2019.

Penyelenggara pemilu ini meminta keduanya bersabar sampai penetapan hasil resmi KPU.

"Mari kita sama-sama ikuti prosesnya, bersabar sampai nanti tanggal 22 Mei, insyaallah kalau enggak ada halangan, kita akan tetapkan hasilnya," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Arief mengakui, sebenarnya tidak ada larangan bagi kedua kubu untuk mengklaim kemenangan. Namun, Arief mengingatkan proses dan mekanisme penentuan hasil Pemilu 2019 sudah diatur oleh UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU.

"Nah sekarang masih rekap di tingkat kecamatan. KPU baru bisa memberi komentar, ya proses rekap di kecamatan tapi kalau hasil akhir pemilu, ya nanti kita tunggu penetapannya sampai dengan tanggal 22 Mei," tandas Arief.

Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Abhan mengimbau semua pihak bersabar dan mengikuti proses tahapan rekapitulasi suara berjenjang secara cermat. Kedua kubu harus memastikan saksi di setiap tahapan bisa bekerja maksimal agar proses rekap berjalan baik, adil, jujur, dan profesional.

"Malah yang penting adalah kita ikuti proses rekapitulasi dari yang dari kecamatan yang berlangsung kemarin, awasi betul, jangan sampai kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan misalnya ada data salah, kemudian tanpa terkoreksi. Jadi kalau ada data yang salah input dan lain sebagainya direkap PPK, itulah awal untuk melakukan koreksi," terang Abhan.

Terkait klaim kemenangan, menurut Abhan, bukan termasuk kategori pelanggaran pemilu. Namun, Abhan tetap berharap kedua kubu sabar menunggu hasil resmi Pemilu 2019.

"Enggak, bukan persoalan pelanggaran pemilunya, tapi saya kira, harapan kami adalah untuk bisa sabar menunggu," pungkas Abhan.



Sumber: Suara Pembaruan