KPU Bakal Beri Santunan untuk KPPS yang Meninggal

KPU Bakal Beri Santunan untuk KPPS yang Meninggal
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Jaenal, 56, meninggal dunia usai bertugas mealangsungkan pemilihan di Desa Sukaharja, Cijeruk, Kabupaten Bogor, 17 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / WM Minggu, 21 April 2019 | 00:08 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, komisinya berencana memberikan santunan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat bekerja pada hari pemungutan suara, Rabu (17/4/2019). Santunan ini akan tetap disesuaikan dengan anggaran KPU yang ada saat ini.

"Kami mengusulkan agar bisa diberi santunan, bisa enggak dalam anggaran itu diberikan santunan," ujar Arief, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

Arief mengakui, memang dalam anggaran KPU tidak tersedia item khusus untuk asuransi bagi KPPS atau petugas KPU yang meninggal dubia saat bekerja. KPU, kata dia, sebenarnya, dalam menyusun anggaran sudah mengusulkan asuransi tersebut, namun karena berbagai macam hal, usulan KPU tersebut tidak diterima.

"Sebetulnya sejak awal, sejak menyusun anggaran, kita minta ada asuransi tapi kan karena berbagai macam hal, itu tidak bisa," kata Arief.

Menurut Arief, KPPS yang meninggal dunia umumnya karena faktor kelelahan dengan pekerjaan berat. Apalagi, mereka bekerja overtime karena kalau menggunakan waktu normal kantoran, masuk jam 08.00 dan pulang 14.00, maka pekerjaan untuk pemilu tidak selesai.

"Memang kerja penyelenggara Pemilu itu kerjanya overtime, makanya ketika kami memilih, itu memang nyari orang-orang yang sehat fisiknya, sehat mentalnya. Karena sehat fisiknya saja juga beresiko kalau orang ditekan kanan kiri, gampang down gak bisa," pungkas Arief.



Sumber: BeritaSatu.com