TKN Bongkar Data Tim Kemenangan Prabowo di Lampung

TKN Bongkar Data Tim Kemenangan Prabowo di Lampung
Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy tidak menuduh adanya deligitimasi KPU, tapi sejumlah fakta mengarah ke sana.
Hendro D Situmorang / DAS Minggu, 21 April 2019 | 13:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Lukman Edy, membongkar  data perolehan suara  tim Prabowo di Provinsi Lampung yang dinilainya rekayasa kebohongan.

Menurut hasil quick count yang dipublikasikan oleh lembaga survei kredibel SMRC, LSI Denny JA, dan Charta Politika, pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin unggul masing-masing dengan angka 57,75 persen, 58,1 persen dan 57,93 persen.

Angka ini tidak begitu jauh berbeda dengan hasil exit poll dan real count dari tim internal paslon 01. Angka exit poll menunjukkan kemenangan di 57,67 persen sedangkan real count pada angka 59,79 persen. Angka real count didapat dari tabulasi internal 49,63 persen suara masuk dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Lampung.

Berbeda dengan data quick count ketiga lembaga survei, tim internal paslon 02 menyebutkan di Lampung Prabowo-Sandiaga menang dengan angka 59,09 persen, dan Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 40,91 persen suara.

Setelah ditelurusi, data real count dari tim internal pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ternyata hanya didapat dari 30 TPS. Adapun jumlah TPS di Lampung sebanyak 26.265 sesuai data Komisi Pemilihan Umum. "Ini merupakan kebohongan. Publik harus tahu bagaimana mereka merekayasa kebohongan untuk mempengaruhi publik," kata Lukman Edy dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Sabtu (20/4/2019).

"Bagaimana mungkin hasil suara hanya dari 30 TPS dijadikan dasar?" kata Lukman Edy.

Ketua TKN Erick Thohir mengingatkan publik jangan terprovokasi atas klaim yang tidak berdasarkan data akurat. Hal ini dikhawatirkan mengakibatkan informasi simpang siur yang menyesatkan publik. "Silahkan bandingkan nanti angka tersebut dengan angka perhitungan dari KPU. Kami yakin data kami tidak akan jauh berbeda dengan hasil KPU," tegas Erick Thohir.



Sumber: BeritaSatu.com