Relawan Jokowi-Ma'ruf Penuhi Rumah Aspirasi Rayakan Kemenangan

Relawan Jokowi-Ma'ruf Penuhi Rumah Aspirasi Rayakan Kemenangan
TKN Jokowi-Maruf menggelar berbagai kegiatan dan pertunjukan musik di Rumah Aspirasi Rakyat 01, Minggu (25/11) ( Foto: istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / CAH Minggu, 21 April 2019 | 17:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah relawan dan pendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin melakukan syukuran kemenangan di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2019).

Para pendukung sudah memadati lokasi tersebut sejak siang hari tadi dan rata-rata mengenakan baju berwarna putih. Acara syukuran tersebut diisi dengan sejumlah hiburan.

Ketua Relawan FOR Jokowi, Andi Azwar, mengatakan para relawan bersyukur atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin versi hitung cepat sejumlah lembaga survei independen.

"Kegiatan syukuran memang sengaja diadakan sebagai ucapan terima kasih kepada relawan yang berjuang di lapangan. Para relawan juga mengapresiasi kinerja TNI dan Polri dalam mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 ini," kata Andi Azwar.

Lebih lanjut, Andi Azwar menegaskan semua relawan meyakini hasil dari KPU nanti Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenangnya.

Ruhut Sitompul yang hadir di acara itu mengatakan, dari pengalaman di berbagai pilkada, pileg, maupun Pilpres lalu, kredibilitas temuan exit poll dan quick count sangat bisa diandalkan.

"Tidak ada yang bisa mengkritisi masalah exit poll dan quick count ini. Apabila sudah diumumkan oleh mereka, tidak pernah ada yang lain yang menjadi pemenang yang berbeda dengan hasil exit poll dan quick count," ujar Ruhut.

Ruhut mengingatkan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan kecurangan. Baginya, bila Prabowo sampai tiga kali mendeklarasikan kemenangan, maka bisa jadi ada tanda-tanda kecurangan yang aneh.

Ketika di Pilgub Jakarta lalu, kubu Prabowo bisa menerima hasil exit poll dan quick count yang memenangkan pasangan yang mereka usung. Di Pilpres kali ini, Prabowo sampai 3 kali deklarasi kemenangan walau exit poll dan quick count menyatakan hasil sebaliknya.

"KKarena itu wajar kenapa saya ajak waspada, ini nanti tanggal 22 Mei 2019, dengan terus tidak mengakui kekalahan, dengan menjelekkan exit poll dan quick count, ini membuat mereka men-suggest rakyat (untuk menolak, red). Karena itu kita harus waspada," kata Ruhut.



Sumber: BeritaSatu.com