TKD Jatim Tantang Amien Rais Keluarkan Data

TKD Jatim Tantang Amien Rais Keluarkan Data
Saifullah Yusuf. ( Foto: Antara )
Aries Sudiono / YUD Senin, 22 April 2019 | 07:43 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Tim Pemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Timur (Jatim) menantang politikus Amien Rais adu data perolehan suara Pilpres 2019. Hal ini menyikapi klaim kemenangan kubu Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga di Jatim yang melalui media sosial video blog yang menyatakan kubu 02 menang. Masih menurut Amien Rais selain di Jatim, kubu 02 juga menang di provinsi-provinsi lain kecuali Jateng, Bali, NTT, kemudian daerah kecil-kecil, Yogyakarta. Sedangkan untuk daerah lainnya (Jokowi) kalah semua.

Ketua Tim Pemenangan Daerah (TKD), Irjen Pol Machfud Arifin dalam keterangan di Surabaya, Minggu (21/4) kemarin mengatakan, berdasarkan data rekapitulasi formulir C1 yang dikumpulkan dari saksi di seluruh TPS di Jatim, pasangan nomor urut 01 memperoleh lebih dari 68 persen suara. Karenanya, TKD Jatim mengajak Amien Rais buka-bukaan data.

Menurut dia, data yang dipegang saksi 01 berdasarkan rekapitulasi C1 semuanya valid. "Bila Amien Rais memiliki data real count dari lembaga internal, sebaiknya bisa dibuktikan. Bahkan, kalau perlu saling terbuka data ini di ruang publik. Bisa di Tugu Pahlawan, sekalian biar masyarakat menilai semua manuver-manuver kubu 02 yang menyesatkan publik ini. Kami sangat terbuka. Transparan, dan tidak asal klaim," tandas mantan Kapolda Jatim itu.

TKD bahkan akan menyiapkan layar besar di Tugu Pahlawan untuk membuka data dan rekapitulasi perolehan suara hasil pilpres berdasarkan formulir C1. Apalagi saat ini data tersebut sudah hampir 100 persen dan Jokowi-Ma'ruf dapat lebih 68 persen. Bahkan trennya naik karena masih ada sisa beberapa TPS yang harus melakukan coblosan ulang. “Kita masih meng-update data yang terus masuk,” ujar Machfud.

Sebelumnya, beredar video blog (vlog) Amien Rais tentang klaim kemenangan Prabowo di Jatim. Menurutnya, Prabowo-Sandi di Jatim menang dengan perolehan suara di atas 50 persen.

“Jadi, si Joko ini cuma menang di Jawa Tengah, Bali, NTT, kemudian daerah kecil-kecil, Yogyakarta juga menang. Lainnya Alhamdulillah (Jokowi) kalah semua,” ujar Amien Rais dalam vlognya yang juga disaksikan para kiai sepuh dari dua kubu di kediaman Ketua PBNU Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul, Jumat (19/4/2019) petang baru lalu.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah kiai sepuh di Jatim berasal dari dua kubu Pilpres, berkumpul di kediaman Gus Ipul di Surabaya guna menandatangani naskah seruan bersama guna mengajak umat bersatu kembali pascapemilu. Para kiai sepuh kedua kubu juga menyerukan imbauan agar elite politik di Pusat (Jakarta) juga mengendalikan diri agar tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memancing suasana di ranah akar rumput.

Gus Ipul di depan para wartawan, Sabtu (20/4/2019) malam menyayangkan pernyataan Amien Rais yang dinilainya sebagai tergesa-gesa. Belum ada pengumuman dari hasil penghitungan resmi dari KPU RI Pusat sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu, kok sudah menyatakan menang di Jatim, di atas 50 persen lagi. Datanya dari mana. Para kiai khawatir, apa yang disampaikan mantan ketua MPR RI tersebut justru menimbulkan kegaduhan baru menyusul pernyataan sebelumnya yang mengancam akan menggerakkan people power.

“Jangan sampai Amien Rais keliru lagi seperti kasus Ratna Sarumpaet,” ujar Gus Ipul. Seperti diketahui, video blog (vlog) Amien Rais tentang klaim kemenangan Prabowo di Jatim viral. Dalam video bedurasi 1,31 menit itu, dia menyampaikan, Prabowo-Sandi menang di Jatim dengan prosentase di atas 50 persen.

Klaim politikus Amien Rais terkait kemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Timur (Jatim) memantik reaksi keras Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT). Mereka menuding pernyataan tersebut provokatif, sehingga wajib menyampaikan permohonan maaf.

Sekretaris FK3JT, Muhammad Maftuh (Gus Maftuh) mengatakan, pernyataan tersebut bisa menganggu stabilitas masyarakat di bawah. Amien Rais diminta mengklarifikasi hal tersebut, atau pihaknya akan melapor ke Bawaslu sesuai data yang ada.

“Karena itu, kami mengultimatum 2x24 jam agar Amin Rais meminta maaf,” tandas Gus Maftuh, Sabtu malam.



Sumber: Suara Pembaruan