‎Pengamat: Prabowo Tidak Menunjukkan Sikap Negarawan

‎Pengamat: Prabowo Tidak Menunjukkan Sikap Negarawan
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto bersama Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dan pimpinan parpol koalisi Indonesia Adil dan Makmur memberikan keterangan pers di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis 18 April 2019. ( Foto: Antara Foto / Imam Budilaksono )
Robertus Wardi / YUD Senin, 22 April 2019 | 09:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik Silvanus Alvin mengemukakan deklarasi kemenangan yang dilakukan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang berulang-ulang menunjukkan sikap tidak siap kalah. Dengan tindakan tersebut, Prabowo tidak memiliki jiwa satria dan seorang negarawan.

"Apa yang dilakukan Prabowo tidak bisa disamakan bak petinju yang berjuang hingga bel terakhir berbunyi. Patut disayangkan bagaimana Prabowo mengeksploitasi emosi para pendukungnya untuk tidak mempercayai KPU. Ini bahaya karena ada sebuah framing yang salah bahwa bila Prabowo kalah, artinya KPU curang," kata Alvin di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Ia meminta Prabowo‎ memberikan contoh dan teladan kepada para pendukungnya agar mengikuti prosedur yang ada. Provokasi yang dilakukan Prabowo bisa mengarah pada kondisi yang tidak patut dalam demokrasi.

"Sebagai seorang Capres, seharusnya Prabowo berpikir layaknya negarawan yang mementingkan kepentingan masyarakat indonesia. Sebab ada kekhawatiran dari kalangan masyarakat bahwa narasi politik yang dibangun Prabowo dapat menimbulkan massa pendukungnya turun ke jalan.

Ini juga menimbulkan dampak negatif di mata internasional. Situasi chaos akan merugikan Indonesia," ujar Alvin yang juga pengajar pada Universitas Bunda Mulia Jakarta ini.

Dia berharap Prabowo tidak mengorbankan rakyat luas. Bila merasa ada kecurangan, silakan gugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), tanpa mengintimidasi rakyat Indonesia dengan people power.



Sumber: Suara Pembaruan