Jika Mau Menang, Prabowo Diimbau Gelar Pemilu Sendiri

Jika Mau Menang, Prabowo Diimbau Gelar Pemilu Sendiri
Calon presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangan pada Pilpres 2019 di kediamannya Jl. Kertanegara, Jakarta, 18 April 2019. ( Foto: ANTARA / Indrianto Eko Suwarso )
Robertus Wardi / YUD Senin, 22 April 2019 | 09:59 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jerry Sumampouw mengemukakan jika Prabowo Subianto bertahan dengan klaim kemenangannya dan terus mendeklarasikan secara berulang-ulang maka sebaiknya dia membuat pemilu sendiri. Dengan begitu, dia bisa langsung deklarasikan kemenangan tanpa diikuti oleh orang lain.

"Kalau pertanyaannya, apakah yang dilakukan Prabowo itu wajar, jelas tidak wajar. Sebab kok bisa lakukan deklarasi kemenangan dengan perhitungan sendiri. Kalau maunya hitung sendiri, sebaiknya buat aja Pemilu sendiri. Angkat saja calon dan penyelenggara sendiri yang bisa diatur mau hasil seperti apa," kata Jerry di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Ia menjelaskan deklarasi kemenangan yang dilakukan Prabowo merupakan suatu tindakan yang tidak tepat sebelum ada hasil akhir. Tindakan itu sangat berlebihan dan tidak pas dengan logika akal sehat dan aturan yang ada. Sebab kemenangan tidak bisa ditentukan oleh peserta Pemilu. Ada lembaga penyelenggara Pemilu yang sudah ditentukan Undang-Undang untuk menentukan pemenang.

"Jadi mestinya, yang tepat dan waras itu, deklarasi kemenangan bisa dilakukan jika sudah ada hasil akhir. Artinya jika Paslon itu sudah sungguh-sungguh menang sesuai pengumuman penyelenggara pemilu. Bukan menang karena hitungan dan pengumuman sendiri," jelas Jerry.

Menurutnya, Prabowo bisa malu, jika sudah deklarasi kemenangan, lalu hasilnya tidak menang. Sebab penyelenggara pemilu tidak bisa digiring untuk mengikuti hasil yang mereka deklarasi. Bahkan kalau ada pikiran seperti itu, sangat tidak tepat dan tak berdasar karena penyelenggara pemilu adalah mandiri, tak bisa diintervensi dan dipengaruhi.

"Jika deklarasi kemenangan dimaksudkan untuk mendikte penyelenggara untuk mengikuti maunya mereka, itu akan dilawan oleh banyak orang. Itu tidak akan sulit terjadi. Tak mungkin penyelenggara pemilu mau mengikuti mereka sebab ada resiko yang akan mereka tanggung jika itu mereka lakukan itu," tutup Jerry.

 



Sumber: Suara Pembaruan