Gus Ipul: Usai Pemilu, Saatnya Kembali Memikirkan Umat

Gus Ipul: Usai Pemilu, Saatnya Kembali Memikirkan Umat
Saifullah Yusuf, Puti Guntur Soekarno, Tri Rismaharini, dan Megawati Soekarnoputri. ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / FER Senin, 22 April 2019 | 18:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Semangat rekonsiliasi pascapilpres yang digagas kiai-kiai sepuh di Jawa Timur (Jatim) direspons positif. Pesantren dengan segenap jaringannya seperti santri dan alumni saat ini langsung bergerak untuk meredam gejolak di tataran santri, alumni dan masyarakat luas.

Demkian diungkap Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Senin (22/4).

Baca Juga: Lupakan 01 dan 02, Ini 4 Seruan Kiai Sepuh di Jatim

Gus Ipul memastikan, suasana Jatim pascapilpres sudah kondusif. Seluruh pihak sudah sepakat hasil akhir Pemilu 2019 menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Pemilu sudah selesai, saatnya kita kembali memikirkan umat dan saat ini para kiai juga telah bergerak mendinginkan suasana. Mengumpulkan santri dan alumni untuk mendinginkan suasana,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menuturkan, para kiai di Jatim yang sebelumnya mendukung pasangan calon (paslon) 01 maupun 02, sepakat bahwa pemenang Pilpres adalah sosok yang dikehendaki rakyat. Karenanya, Pilpres ini sejatinya bukan tentang Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandi. Melainkan tentang bagaimana membangun negara dengan penuh persatuan dan semangat kerja keras.

"Masyarakat sudah ndak ada lagi energi untuk berantem, yang ada energi untuk bersatu membangun Indonesia. Jadi semangat rekonsiliasi ini yang harus terus didorong dan dijaga," ucap Gus Ipul.

Baca Juga: Gus Ipul Minta Seluruh Pihak Hormati Hasil Pemilu 2019

Untuk mendorong semangat rekonsiliasi bangsa, para kiai sepuh di Jawa Timur, menurut mantan Wagub Jatim tersebut, juga telah merumuskan beberapa langkah. Diantaranya dengan menularkan semangat rekonsiliasi kepada para alumni dan santri.

Terutama kepada santri yang saat ini juga telah menjadi kiai dan memiliki pondok pesantren. Dengan langkah ini, maka kiai-kiai alumni pesantren besar juga akan ikut bergerak mendinginkan suasana khususnya bagi para santri, alumni dan masyarakat sekitar pesantren.

"Setelah ini akan ada lagi pertemuan kiai, ulama dan tokoh masyarakat yang fokus di daerah-daerah. Misalnya Mataraman nanti akan digerakkan dari Ploso dan Lirboyo, kemudian wilayah Panturan akan digerakkan dari Langitan, begitu juga tapal kuda dari Sidogiri dan lainnya," kata Gus Ipul.



Sumber: Suara Pembaruan