Hashim Djojohadikusumo: Pemilu 2019 Tak Jujur

Hashim Djojohadikusumo: Pemilu 2019 Tak Jujur
Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Hotman Siregar )
Hotman Siregar / FER Senin, 22 April 2019 | 19:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 dilaksanakan jauh dari nilai jujur, adil dan transparan.

"Kami menilai Pemilu sekarang tidak jujur, tidak transparan, dan tidak adil," ujar Hashim Djojohadikusumo di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Baca Juga: BPN Laporkan 1.200 Indikasi Kecurangan ke Bawaslu

Salah satu bentuk kecurangan yang ditunjukkan Hashim adalah perihal 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah berkali-kali dilaporkan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Sampai tiga hari sebelum hari pencoblosan 17 April, masalah itu belum tuntas, belum selesai, jadi masalah tetap masalah," kata Politikus Partai Gerindra ini.

Baca Juga: BPN Cium Aroma Kecurangan Sistemik di Pemilu 2019

Tak hanya itu, kata Hashim, kecurangan yang terjadi secara masif pada Pemilu 2019 ini juga dapat terlihat secara jelas pada saat perhitungan cepat suara yang dilakukan oleh lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-Amin.

"Kami khawatir dan kami mencurigai, kami cemas bahwa angka selisih yang quick count itu diambil dari 17,5 juta nama itu," kata adik kandung Prabowo Subianto tersebut



Sumber: Suara Pembaruan