Petugas KPU yang Meninggal Jadi 91 Orang

Petugas KPU yang Meninggal Jadi 91 Orang
Ketua KPU Arief Budiman ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / AO Senin, 22 April 2019 | 22:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan jumlah petugas KPU yang meninggal dunia saat menjalankan tugas bertambah menjadi 91 orang dan 374 orang yang sakit. Jumlah ini merupakan data sampai pukul 16.15 WIB.

"Jumlah terakhir petugas penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah itu sebanyak 91 orang meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit," ujar Arief Budiman saat konferensi pers di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Petugas KPU yang meninggal dan sakit antara lain Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemilihan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan, petugas ketertiban dan linmas yang bertugas proses pungut-hitung dan rekapitulasi suara. Umumnya petugas KPU terkena musibah, kelelahan, dan kecelakaan saat menjalankan tugas.

"Yang sakit ini bervariasi. Kemudian, sebarannya di 19 provinsi," kata Arief.

Selain petugas KPU, ternyata ada juga pengawas yang meninggal dunia. Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja menyebutkan ada 26 orang pengawas yang meninggal dunia saat menjalankan tugas mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019. Para pengawas itu berada di jajaran daerah.

"Menjadi kesedihan bagi kami bahwa jajaran pengawas kami ada yang meninggal dunia saat bertugas. Ada 26 orang yang meninggal. Itu ada di jajaran kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa," ujar Bagja ketika dijumpai wartawan di kantor Bawaslu, Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Bawaslu mengucapan duka cita kepada keluarga korban. Nantinya, Bawaslu pun akan memberikan santunan kepada keluarga pengawas tersebut. "Kami ikut berduka cita sedalam-dalamnya. Insyaallah akan ada perhatian (santunan) dari Bawaslu kepada keluarga dan nanti akan kami sampaikan. Ini menjadi evaluasi kami dalam pengawasan pemilu," ujar Bagja.



Sumber: BeritaSatu.com