Partai Demokrat Sepakat Pemisahan Pemilu Serentak Nasional dan Daerah

Partai Demokrat Sepakat Pemisahan Pemilu Serentak Nasional dan Daerah
Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
Yustinus Paat / CAH Selasa, 23 April 2019 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan pihaknya sepakat jika Pemilu Serentak dipisah antara serentak secara nasional dan serentak daerah. Berkaca dari Pemilu Serentak 2019, kata Hinca, dampaknya sudah dirasakan partai politik peserta pemilu 2019.

"Karena kita lihat dampaknya banyak sampai kira-kira baru berjalan beberapa hari dampaknya banyak yang kita rasakan," kata Hinca di Kantor KPU Menteng, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Salah satu dampaknya, kata Hinca, masyarakat lebih fokus pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Sementara pemilihan legislatif tidak menjadi perhatian.

"Kalah jauh popularitas pemilihan legislatif ini dengan pemilihan presiden. Semua orang bicara pemilihan presiden tidak bicara pemilihan legislatif,” ungkap dia.

Selain itu, menurut Hinca, pemilu serentak 2019 sangat kompleks dan rumit sehingga berdampak pada beban kerja penyelenggara pemilu. Karena itu, kata Hinca, ide mengevaluasi pemilu serentak merupakan ide yang baik dan dipisah antara serentak nasional dan serentak daerah.

“Kami di DPR nanti dan Fraksi Partai Demokrat juga Partai Demokrat berpikiran yang sama untuk mencari jalan yang terbaik untuk tidak terulang lagi yang beban yang berat sekali menurut saya. Kalau sistem harus tetap diubah ya karena kan harus diubah sistem itu,” jelasnya.

Berdasarkan Pasal 167 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan bahwa pemilu dilakukan serentak baik itu legislatif di semua tingkatan, presiden, dan wakil presiden.



Sumber: BeritaSatu.com