Bawaslu Belum Bersikap Soal Pemisahan Pemilu Serentak

Bawaslu Belum Bersikap Soal Pemisahan Pemilu Serentak
Ketua Bawaslu Abhan ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
Yustinus Paat / MPA Selasa, 23 April 2019 | 18:22 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu belum bersikap terkait evaluasi Pemilu Serentak 2019 khususnya ide pemisahan antara pemilu serentak nasional dan pemilu serentak daerah. Bawaslu akan fokus dulu menyelesaikan penyelenggaraan pemilu serentak 2019.

"Prinsip kami, tugas kami belum selesai, kami selesaikan dulu tugas pengawasan pemilu 2019. Evaluasi tahapan akhir, seperti apa nanti kita sampaikan rekomendasinya," ujar Ketua Bawaslu Abhan di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thmarin, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Meskipun demikian, Abhan mengakui bahwa pemilu serentak 2019 sangat kompleks khususnya terkait hal-hal teknis. Dampak kompleksitas pemilu 2019, kata dia, maka beban kerja penyelenggara semakin besar sehingga ada yang mengalami musibah.

"Satu hal misal, di jajaran KPU meninggal dunia ada sekitar 90-an, di kami (Bawaslu) sudah sampai 33 yang meninggal. Tentu ini menjadi suatu pikiran juga," ungkap Abhan.

Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menilai beban kerja kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan panitia pengawas pemilu meningkat pada pesta demokrasi kali ini. Pasalnya, pemilu dilakukan secara serentak.

“Beban kerja menjadi signifikan perbedaannya. Itu yang timbul kan banyak kelelahan dan banyak petugas yang sakit dan meninggal dunia,” kata Fritz.

Menurut Fritz, KPPS dan pengawas TPS harus bekerja ekstra karena mereka harus menghitung lima jenis surat suara.

Meski memiliki beban kerja lebih, Fritz mengatakan bahwa Bawaslu belum memikirkan untuk memberikan sikap terkait pemisahan pemilu serentak untuk tingkat nasional dan daerah.

“Kami belum bisa jawab sempurna soal itu karena masih dalam kajian kita,” pungkas dia.



Sumber: Suara Pembaruan