Bos Charta Politika Curiga Prabowo Lempar Batu Sembunyi Tangan

Bos Charta Politika Curiga Prabowo Lempar Batu Sembunyi Tangan
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya memaparkan Prediksi Hasil Akhir Jelang Pemilu Serentak 2019, Jakarta, Senin 25 Maret 2019. Ada 10 poin temuan Prediksi Hasil Akhir Jelang Pemilu Serentak 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Farouk Arnaz / WBP Selasa, 23 April 2019 | 19:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan ada dua kemungkinan hingga kini Badan Pemenangan Nasional (BPN) belum membuka basis data atas klaim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang pada Pilpres 2019 dengan 62 persen suara.

“Kita sudah buka-bukaan kemarin, semuanya. Tinggal BPN yang belum. Jadi (kita) sudah dibuka semua yang ada, baik kode etik, data, dan dana. Sayangnya BPN tidak datang dan sampai sekarang BPN tidak membuka apa pun, baik dana maupun data,” kata Yunarto Wijaya di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Hal ini kata Yunianto, selalu berulang dan mereka selalu mengatakan ada hasil survei yang berbeda. Sayangnya BPN tidak kunjung membuka data. “Lalu apa yang bisa kita perdebatkan ketika lempar batu sembunyi tangan? Dari situ terlihat bahwa mereka tidak berani membuka data kemungkinannya cuma dua. Sadar datanya salah, atau jangan-jangan datanya gak ada,” tegas Yunarto Wijaya.

Sebelumnya Prabowo mengklaim menang Pilpres 2019 berdasarkan hitung cepat tim suksesnya. Mereka mengklaim, menang dengan meraup 62 persen suara dalam pilpres. Prabowo juga menuding hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei adalah abal-abal.



Sumber: BeritaSatu.com