Percaya Quick Count, PSI Tetap Perjuangkan Agenda Antikorupsi dan Antiintoleransi

Percaya Quick Count, PSI Tetap Perjuangkan Agenda Antikorupsi dan Antiintoleransi
Capres Prabowo Subianto (tengah) bersama cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pengusung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangan di Jakarta, Kamis 18 April 2019. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WM Senin, 22 April 2019 | 15:02 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan, partainya percaya dengan hasil quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga survei yang kredibel meskipun hasilnya tidak menguntungkan PSI. Menurut Antoni, quick count adalah metode scientific-akademik yang sudah mapan dan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya.

"Ketua Umum PSI Grace Natalie sudah mengakui bahwa PSI gagal masuk parlemen karena hanya memperoleh 2 persen atau sekitar 3 juta pemilih suara nasional berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei," ujar Antoni, di Jakarta, kepada Beritasatu.com, Senin (22/4/2019).

PSI, kata Antoni, tidak alergi dengan hasil quick count, apalagi menganggapnya curang dan menyebarkan hoax. Apalagi, menurut dia, akurasi hasil quick count dengan hasil resmi KPU sejak Pilpres 2014 dan Pilkada Serentak 2015, tidak terlalu beda jauh.

"Dalam hal ini, Prabowo Subianto mesti belajar dari Grace Natalie, bisa mengakui kekalahan sehingga tidak perlu memperpanjang keterbelahan politik dengan menolak hasil quick count bahkan mengumumkan dirinya sebagai pemenang pemilu. Setiap yang bertarung, harus siap kalah dan siap menang,"  katanya.

Meskipun gagal masuk DPR, Antoni menegaskan, PSI tetap memperjuangkan agendanya melawan korupsi dan gerakan intoleransi. Antoni yakin 3 juta suara yang memilih PSI adalah pemilih yang mendukung agenda-agenda yang selama ini diperjuangkan PSI.

"Kami tidak akan mengecewakan mereka, tidak tinggal 3 juta suara tersebut, kami akan memperjuangkan aspirasi mereka melalui gerakan di luar parlemen," tegas Antoni.

Apalagi, lanjut Antoni, PSI tetap mempunyai wakil di sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta, Aceh, Bogor, Surabaya hingga Bandung. Melalui mereka, PSI akan memperjuangkan agenda-agenda politiknya.

"Kami yakin para pemilih PSI adalah pemilih rasional dan kritis yang murni memilih kami karena program dan agenda-agenda yang kami perjuangkan. Karena itu, kader-kader PSI yang lolos DPRD harus benar-benar memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi konstituen PSI. Yang jelas aplikasi solidaritas akan diterakan untuk mereka supaya mereka bekerja dengan baik dan selalu dikontrol,"  katanya.



Sumber: BeritaSatu.com