Hitung Cepat Tidak Meleset, Bravo-5 Yakin Jokowi-Ma'ruf Menangkan Pilpres

Hitung Cepat Tidak Meleset, Bravo-5 Yakin Jokowi-Ma'ruf Menangkan Pilpres
Ketua Umum Bravo-5 Pusat Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
Yustinus Paat / CAH Selasa, 23 April 2019 | 19:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Bravo-5 Pusat Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi mengatakan pihak yakin Pasangan Calon Presiden Nomor Urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dipastikan menang Pilpres 2019. Pasalnya, hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei yang kredibel menunjukkan Jokowi-Ma'ruf menang atas Prabowo-Sandiaga.

"Semua quick count yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei yang kredibel, bukan abal-abal telah menunjukkan keunggulan pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar kurang lebih 10 persen, maka diotak-atik bagaimanapun Jokowi-Ma'ruf akan tetap unggul sekitar 10 persen," ujar Fachrul Razi saat menyampaikan Bravo-5 Pusat di Kantor Bravo-5 Pusat, Jalan Maluku, Menteng, Jakarta, Selasa (23/4).

Menurut Fachrul, quick count bukan survei yang didasarkan pada asumsi yang hasilnya bisa meleset jauh. Quick count, kata Fachrul, adalah hitung cepat dengan metode ilmiah yang dilakukan berdasarkan data riil dari lapangan.

"Karenanya, peluang kesalahannya sangat kecil sekitar 0,1 sampai 0,2 persen. Tidak pernah lebih besar dari itu. Ratusan kali quick count yang dilakukan lembaga survei kredibel di Indonesia baik untuk pilkada dan pemilu nasional tidak pernah jauh dari itu," tandas dia.

Fachrul meminta pendukung dan simpatisan Prabowo tidak perlu khawatir dengan pernyataan yang menakut-nakuti dan menyesatkan terkait hasil Pilpres 2019. Dia menginstruksikan semua jajaran Bravo-5 pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk meningkatkan kewaspadaan serta ikut mengamankan penghitungan suara yang sudah unggul, baik di tingkat kecamatan, kabupaten/kota maupun provinsi.

"Kalau melihat real count di situng hingga hari ini, dari 20 persen data scan C1 yang masuk, Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan selisih 9 sampai 10 persen," ungkap dia.

Lebih lanjut, Fachrul menyambut baik instruksi Prabowo yang memerintahkan jajarannnya untuk mengamankan dan menjaga suara suara mulai dari TPS sampai rekapitulasi tingkat nasional. Instruksi yang sama, kata dia, juga sudah disampaikan oleh Jokowi sehingga proses pungut-hitung dan rekapitulasi akan berlangsung jujur dan benar.

"Karena sama-sama mengawasi, maka setelah ada penetapan hasil oleh KPU tidak sepantasnya lagi gugat menggugat ke MK," pungkas Fachrul. 



Sumber: BeritaSatu.com