Peneliti LIPI Desak Pemilu Serentak Dievaluasi

Peneliti LIPI Desak Pemilu Serentak Dievaluasi
Peneliti LIPI Siti Zuhro ( Foto: ANTARA FOTO / Widodo S Jusuf )
Hotman Siregar / CAH Selasa, 23 April 2019 | 20:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai pemilu serentak tak cocok dilakukan di Indonesia. Alasannya, Indonesia adalah negara kepulauan yang cakupannya cukup luas.

"Karena Indonesia negara kepulauan dan melaksanakan sistem presidensial, maka pilpres didahulukan," ujar Siti Zuhro ketika dihubungi, Selasa (23/4/2019).

Menurut Siti, pelaksanaan Pilpres dan Pileg serentak menenggelamkam Pileg sendiri. Sementara Pilpres jauh lebih menonjol dibanding pilpres.

Pemilu serentak juga memberatkan pemilih karena banyak kertas suara yang harus dicoblos. Apalagi untuk legislatif, pemilih dibingungkan dengan banyaknya calon yang bertarung di satu surat suara.

"Caleg juga butuh memasarkan diri mereka pada masyarakat. Saya kira parpol juga tidak bahagia dengan sistem pemilu serentak," katanya.

Siti mendesak pemilu serentak dievaluasi. Menurutnya, Pemilu tidak bisa diserentakkan apalagi dengan sistem multipartai.



Sumber: Suara Pembaruan