Mahasiswa Minta KPU Tegur Kandidat yang Klaim Kemenangan dengan Melawan Hukum

Mahasiswa Minta KPU Tegur Kandidat yang Klaim Kemenangan dengan Melawan Hukum
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Penegak Keadilan (M2PK) melakukan aksi damai di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa, 23 April 2019. ( Foto: BeritaSatu.com / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / AO Rabu, 24 April 2019 | 07:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Penegak Keadilan (M2PK) melakukan aksi damai di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019). Aksi damai itu merupakan bentuk dukungan kepada KPU agar lembaga itu tetap menjalankan tugas selaku penyelenggara pemilu secara profesional.

"Kami juga berharap KPU memberikan peringatan keras terhadap pihak yang telah melakukan klaim kemenangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan cara melawan hukum," ujar Koordinator Aksi, Rahman saat berorasi.

M2PK, kata Rahman, mendukung KPU untuk tetap berada pada garis konstitusional. Mereka minta para peserta pemilu berhenti membuat kegaduhan setelah pelaksanaan Pemilu 2019. Para peserta pemilu diiminta untuk membiarkan KPU bekerja sesuai aturan perundang-undangan.

"Setop tindakan klaim kemenangan pilpres 2019 sekarang juga! Jangan kau kotori hak pilih kami dengan klaim kemenangan kalian yang tidak berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Tindakan klaim kemenangan pada kontestasi Pilpres 2019 oleh yang disebut lembaga internal tim pemenangan, membuat suasana menjadi tidak kondusif," kata dia.

Apalagi, lanjut Rahman, pihak kontestan tersebut telah mendeklarasikan diri bahwa dialah pemenang Pilpres 2019 tanpa mengindahkan dan menunggu hasil perhitungan atau paling tidak real count KPU. "Tentu, tindakan yang dilakukan pihak tersebut adalah tindakan melawan hukum," ujar dia.



Sumber: BeritaSatu.com