Sosok Murad Ismail, Mendagri: Kerja Keras, Disiplin, dan Tegas

Sosok Murad Ismail, Mendagri: Kerja Keras, Disiplin, dan Tegas
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. ( Foto: Puspen Kemdagri )
Carlos KY Paath / JEM Rabu, 24 April 2019 | 15:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik gubernur dan wakil gubernur (wagub) Maluku hasil Pilkada Maluku 2018, pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno. Pelantikan pasangan “Baileo” tersebut, digelar pukul 14.00 WIB di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4/2919).

Murad-Barnabas menggantikan gubernur dan wagub Maluku periode 2014-2019, Said Assagaff-Zeth Sahuburua. Pasangan Baileo memenangkan pemilihan gubernur (pilgub) setelah mengungguli pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun dan Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath. Untuk diketahui, Murad merupakan mantan komandan Korps Brimob Polri.

“Gubernur Maluku yang dilantik adalah figur yang kerja keras, disiplin, dan tegas. Mantan kapolda Maluku dan komandan Korps Brimob Polri,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (24/4/2019). Murad berhasil meraih 328.982 suara, disusul pasangan Said-Anderias dengan 251.036 suara, dan Herman-Abdullah yang mendapat 225.636 suara.

Tjahjo menyatakan, Murad juga sosok yang terbuka dan dekat dengan seluruh lapisan masyarakat. “Figur yang senang berdialog dan dekat dengan semua pihak. Itulah modal Irjen Pol Murad yang akhirnya dipercaya mayoritas masyarakat Maluku memimpin Provinsi Maluku yang kaya sumber daya alam serta budaya. Selamat sukses kepada gubernur dan wagub baru Maluku,” ungkap Tjahjo.

Pelantikan sejatinya dilaksanakan pada 11 Maret 2019. Penundaan dilakukan karena pemerintah tengah fokus menghadapi Pemilu pada 17 April 2019. “Sebenarnya hanya teknis saja. Kita lebih berkonsentrasi untuk menyukseskan terlebih dahulu acara Pemilu,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Bahtiar Baharuddin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemdagri, Akmal Malik mengungkap, masih terdapat dua pasangan calon gubernur dan wagub hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 yang belum dilantik. “Nanti bulan Mei 2019 akhir masa jabatan (AMJ) gubernur dan wagub Maluku Utara, sedangkan untuk Lampung, AMJ-nya bulan Juni 2019,” ucap Akmal.



Sumber: Suara Pembaruan