BPN: Pertemuan Prabowo-Jokowi Tidak Usah Pakai Perantara

BPN: Pertemuan Prabowo-Jokowi Tidak Usah Pakai Perantara
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) dan Ma'ruf Amin (kiri) bejabat tangan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto seusai mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yeremia Sukoyo / CAH Rabu, 24 April 2019 | 16:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah tokoh agama dan masyarakat berharap agar dua tokoh nasional yang ikut berlaga di Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto dapat bertemu.

Pertemuan diantara keduanya diyakini akan dapat mencairkan ketegangan dan polarisasi yang hingga kini terjadi di tengah masyarakat.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menegaskan, pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi pasti akan terjadi. Namun tentunya momentum pertemuan keduanya akan digelar setelah perhelatan pemilu benar-benar usai.

"Insya Allah nanti akan ketemuan, tetapi setelah Proses Pemilu selesai. Kan beliau berdua bersahabat. Mungkin habis Lebaran ya setelah selesai semua proses pemilu dan MK ya," kata Andre, Rabu (24/4) di Jakarta.

Menurut Andre, dalam pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi, sebaiknya dilakukan secara langsung tanpa utusan-utusan seperti yang selama ini diinginkan pihak-pihak tertentu.

"Yang jelas ketemuannya langsung aja. Enggak usah pake Makelar atau Perantara," ucap Andre.

Seperti diketahui, saat ini ada banyak pihak yang berharap Prabowo Subianto dan Jokowi segera bertemu pascapemungutan suara Pemilihan Umum 2019. Pertemuan tersebut diyakini dapat meredakan ketegangan politik yang terjadi saat ini.

Kubu Jokowi sendiri disebut-sebut telah mengirimkan utusan untuk menemui Prabowo. Awalnya, nama utusan yang beredar adalah Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir. Erick merupakan kawan dekat Sandiaga Uno, calon wakil presiden pendamping Prabowo.

Namun adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo menegaskan utusan yang dikirim Jokowi adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Seperti diketahui, Luhut dan Prabowo memang kawan lama selama berdinas di Kopassus. 



Sumber: Suara Pembaruan