TKN: Kubu Prabowo Kurang Cerdas Bohongnya

TKN: Kubu Prabowo Kurang Cerdas Bohongnya
Ilustrasi Pilpres 2019. ( Foto: AFP )
Hendro D Situmorang / WBP Rabu, 24 April 2019 | 22:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyatakan, berdasarkan real count dari war room TKN, Jokowi-Amin memperoleh 69,97 persen suara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan 91,13 persen di Bali. Kondisi ini berbanding terbalik dengan klaim kemenangan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengantongi 52,70 persen suara di DIY dan 69,80 persen di Bali.

Koordinator War Room Direktorat Saksi TKN, Nova Alfati menjelaskan, TKN menemukan banyak kejanggalan dalam klaim real count paslon 02. "Tim Prabowo-Sandi ternyata hanya menggunakan sampling dari 19 dari 11.700 tempat pemungutan suara (TPS) di DIY, dan tujuh dari 12.834 TPS di Bali," kata Nova Alfati di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

TKN melihat, kubu 02 sengaja menggunakan data sampling yang lebih sempit ini untuk menciptakan persepsi yang salah di masyarakat. “Klaim kemenangan 62 persen paslon 02 menggunakan metode penghitungan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan,” ujar Nova Alfati.

Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong menambahkan, secara historis Bali merupakan basis suara PDIP dan pemilih setia Jokowi sejak 2014. Berdasarkan hal ini, klaim kemenangan pihak 02 sebenarnya mudah dipatahkan.

“Pihak 02 kurang cerdas bohongnya, gampang dipatahkan dengan logika sederhana. Bagaimana mungkin mereka klaim menang 300 suara di TPS dengan jumlah DPT 300 orang,” ungkap Usman Kansong.

Sementara Direktur Hukum dan Advokasi TKN Irfan Pulungan menyampaikan, TKN telah menampung hampir 25.000 laporan kecurangan Pilpres 2019 yang merugikan paslon 01 pada periode 9 April hingga saat ini. Seluruh laporan masyarakat masuk melalui jalur hotline pengaduan yang disediakan TKN.

Saat ini, TKN sedang mendata ulang dan segera membagi laporan berdasarkan jenis pelanggaran pemilu sesuai ketentuan yang berlaku sebelum dirilis ke publik. “Rencananya besok akan dirilis. Kita akan buktikan kecurangan mereka. Karena selama ini pihak sebelah selalu sebut ada kecurangan masif yang merugikan paslonnya,” ujar Irfan Pulungan.



Sumber: Suara Pembaruan