KPU: Pikir Dulu Sebelum Sebut Kami Curang

KPU: Pikir Dulu Sebelum Sebut Kami Curang
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman (tiga kiri), didampingi lima Komisioner KPU (kiri ke kanan), Hasyim Asy’ari, Pramono Ubaid, Ilham Saputra, Wahyu Setiawan, dan Evi Novida Ginting Manik. ( Foto: Beritasatu Photo / SP/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / JAS Kamis, 25 April 2019 | 10:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner KPU Viryan Aziz menegaskan bahwa pihaknya tidak mungkin melakukan kecurangan atau berniat melakukan kecurangan dalam melakukan entri data scan C1 ke sistem penghitungan suara atau Situng KPU. Jika berniat melakukan kecurangan, kata Viryan, petugas KPU kemungkinan akan mengubah terlebih dahulu angka yang berada di formulir C1.

"Lah kan ininya nggak diubah. Berpikirlah lebih dahulu yang mau katakan (KPU) curang," ujar Viryan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Viryan menjelaskan KPU kabupaten/kota memasukkan dua hal ke Situng KPU. Pertama, kata dia, scan formulir C1 yang berasal dari TPS dan data-data yang ada dalam formulir C1.

"Kalau misalnya ada jajaran kami yang mau melakukan kecurangan, ya form C1-nya diubah dulu dong, baru di-scan dan data-datanya dimasukkan ke Situng. Tetapi ini kan tidak," tutur dia.

Yang terjadi, kata Viryan, para petugas KPU di tingkat kabupaten/kota salah dalam mengetik dan memasukkan data yang terdapat di form C1 ke Situng. Sementara scan C1 ke Situng tetap seperti aslinya sehingga publik dan petugas KPU bisa mengetahui bahwa terjadi kesalahan entry data scan C1.

"Sebagian besar masyarakat tahu karena membandingkan entry-nya berapa, terus dilihat hasil scan-nya, kok beda sih, jangan-jangan curang kan gitu. Kalau yang mengetahui bahwa pamasukan datanya keliru, laporkan kepada kami," tutur dia.

Viryan memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada petugas KPU yang mengubah hasil C1 dan kemudian scan serta entry data tersebut ke situng KPU. Jika kemudian ada petugas KPU melakukan seperti itu akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Termasuk, kata Viryan, pihaknya akan menindak petugas KPU yang tidak mau memperbaiki kekeliruan dalam entry data scan C1.

"Kami telah membuka layanan publik, menerima masukan jika ada kesalahan dalam entry data scan C1. Kalau nggak diperbaiki, kan KPU juga nggak akan membiarkan. Kalau KPU membiarkan, tidak perbaiki, bisa langgar kode etik kami," terang dia.

Lebih lanjut, Viryan mengingatkan bahwa hasil Situng bukanlah dasar bagi KPU menetapkan hasil Pemilu 2019. Dia menegaskan hasil penetapan pemilu tetap berdasarkan penghitungan dan rekapitulasi secara manual dan berjenjang.

"Situng ini bukanlah yang menjadi dasar untuk KPU menetapkan. Misalnya Situng sudah selesai semuanya, KPU menetapkan tidak dengan ini, yang ditetapkan berdasarkan rekap manual yang sekarang ada di kecamatan," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com