Pemilu 2019 Melelahkan, KPU: Sistem dan Teknis Harus Dievaluasi

Pemilu 2019 Melelahkan, KPU: Sistem dan Teknis Harus Dievaluasi
Ketua KPU Arief Budiman ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / WBP Kamis, 25 April 2019 | 11:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan Pemilu serentak 2019 sangat melelahkan berbagai pihak. Menurut Arief Budiman, pemilu kali ini tidak hanya melelahkan penyelenggara pemilu, tetapi juga peserta dan masyarakat pemilih.

"Memang melelahkan, ini melelahkan bagi semua. Bagi penyelenggara pemilu, bagi peserta pemilu, bagi petugas keamanan, bagi masyarakat juga," ujar Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

Karena itu, menurut Arief Budiman, Pemilu serentak 2019 harus dievaluasi secara menyeluruh mulai sistem hingga teknis pemilu yang terbukti melelahkan khususnya bagi penyelenggara pemilu di lapangan. "Ini jadi perhatian kita semua pascapemilu perlu kita lakukan evaluasi. Jadi saya pikir perlu dijadikan pembahasan bersama," tandas Arief Budiman.

Arief Budiman mencontohkan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) bekerja lebih dar 24 jam. Bahkan mulai matahari terbit hingga matahari terbit kembali belum selesai. Hal ini juga disebabkan teknis penyelenggaraan pemilu yang rumit.

"Bagaimana dengan teknis kerja seperti sekarang ini orang (petugas di lapangan) tidak bisa menyelesaikan sampai dengan tengah malam. Dia bahkan harus melanjutkan sampai dengan pagi sampai matahari terbit berikutnya," ungkap Arief Budiman.

Arief menambahkan, jumlah total KPPS yang bertugas selama Pemilu 2019 sekitar 7,2 juta orang. Saat ini, sudah lebih dari 144 orang meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas.



Sumber: BeritaSatu.com