BPN Diminta Laporkan Temuan Dugaan Pelanggaran ke Bawaslu

BPN Diminta Laporkan Temuan Dugaan Pelanggaran ke Bawaslu
Rahmat Bagja. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / AMA Kamis, 25 April 2019 | 15:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengimbau pasangan calon presiden (capres) dan timnya tidak hanya menviralkan temuan dugaan pelanggaran pemilu, tetapi juga melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke Bawaslu.

Rahmat Bagja menyampaikan hal ini menanggapi pernyataan Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Djoko Santoso yang mengkritik Bawaslu baru menindak dugaan pelanggaran setelah viral di media sosial. "Viral sillahkan, dilaporkan juga, otomatis harusnya begitu. Viral terus dilaporkan," ujar Bagja di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Yang terjadi selama ini, kata Rahmat Bagja, dugaan pelanggaran pemilu diviralkan terlebih dahulu. Bahkan, ada yang sudah diviralkan, tetapi tidak dilaporkan ke Bawaslu dan jajarannya. "Sebaiknya dua-duanya, diviralkan dan laporkan. Kita proses kok, banyak yang kita proses kok viral-viral itu," tandas dia.

Rahmat Bagja menegaskan, setiap laporan dugaan pelanggaran Pemilu pasti ditindaklanjuti oleh Bawaslu dan jajarannya. Bawaslu, kata dia, akan memeriksa dan memutuskan apa dugaan pelanggaran tersebut masuk kategori pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana pemilu, pelanggaran kode etik, pelanggaran undang-undang, atau justru bukan pelanggaran.

"Kalau ada dugaan pelanggaran, kita tindak lanjuti, nggak mungkin nggak ditindaklanjuti. Paling itu terhenti karena alat buktinya kurang, atau ini bukan pelanggaran, tetapi pasti kita tindaklanjuti. Karena itu laporkan," kata Rahmat Bagja.

Sebelumnya, Bawaslu mengaku telah memeroses sebanyak 7.132 temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilu sejak masa kampanye 2019 hingga Senin, (22/4/2019). Laporan tersebut merupakan laporan yang sudah diregister dan telah memenuhi syarat formil dan materil.

"Kami sebenarnya menerima 7.832 dugaan pelanggaran pemilu dengan rincian 903 dalam bentuk laporan dan 6.929 dalam bentuk temuan Bawaslu. Namun yang teregister dan diproses 7.132 laporan dan temuan," ujar Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di Jakarta, Selasa (23/4/2019) lalu.



Sumber: BeritaSatu.com