Masyarakat Diminta Laporkan Kecurangan Pemilu Ke Bawaslu

Masyarakat Diminta Laporkan Kecurangan Pemilu Ke Bawaslu
Ilustrasi Bawaslu. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / YUD Kamis, 25 April 2019 | 17:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku sudah menerima sedikitnya 7.000 laporan adanya dugaan kecurangan pada Pemilu 2019. Data dugaan kecurangan pemilu didapat dari hasil pemantauan maupun laporan masyarakat.

"Hasil pantauan panwas pemilu menghasilkan temuan. Saat ini sudah ada sekitar 7.000 laporan dan temuan kecurangan," kata Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ahmad Bagja, dalam diskusi publik Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Kamis (25/4/2019) di Jakarta.

Dijelaskan Ahmad, dari ribuan laporan dan temuan kecurangan tersebut, Bawaslu RI sendiri telah menindaklanjuti sekitar 300 sampai 400 laporan dan temuan yang masuk. Laporan kecurangan yang ditindaklanjuti merupakan laporan yang memiliki bukti kuat adanya kecurangan.

Saat ini, dirinya meminta kepada masyarakat maupun elemen lainnya untuk melaporkan sekecil apapun dugaan kecurangan yang terjadi pada Pemilu ketimbang hanya berkoar-koar di media sosial.

"Kalau ada pelanggaran maupun kecurangan, silahkan laporkan kepada kami. Hal-hal inilah yang harus dilakukan. Masyarakat harus percaya kepada negara," ujarnya.

Di dalam setiap Pemilu di Indonesia diingatkan Bagja, ada dua titik krusial kecurangan pemilu. Pertama saat proses penghitungan suara di TPS dan kedua di Kecamatan. Jika ingin membuktikan adanya kecurangan, dirinya menghimbau agar masyarakat dapat konsentrasi di dua lokasi tersebut.

"Yang paling krusial ada di dua titik. Pertama di penghitungan TPS dan kedua di Kecamatan. Kalau sudah di KPUD, data biasanya sudah lengkap," ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan