Penelitian IPI: Data Real Count Kubu Prabowo Tidak Proporsional

Penelitian IPI: Data Real Count Kubu Prabowo Tidak Proporsional
Capres Prabowo Subianto (tengah) bersama cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pengusung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangan di Jakarta, Kamis 18 April 2019. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / YUD Kamis, 25 April 2019 | 17:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto telah berkali-kali mendeklarasikan kemenangan Pemilu serentak 2019. Deklarasi dilakukan setelah berdasarkan hasil real count secara internal, pasangan Prabowo-Sandi mendapat 62 persen suara.

Menyingkapi klaim kemenangan ini, Pemerhati Sosial dan Kebangsaan/Direktur Ekskutif IPI (Indonesia Public Institute), Karyono Wibowo, mengakui, dirinya juga telah melakukan penelitian terkait data perolehan kubu pasangan Prabowo-Sandiaga.

Dari hasil penelitiannya, kubu 02 telah mengolah data yang tidak proporsional sehingga menyebabkan adanya perbedaan hasil dengan perhitungan suara sementara KPU dan hasil hitung cepat lembaga survei.

"Ada klaim kemenangan 62 persen. Mereka mencoba untuk menunjukkan sebuah data, datanya adalah menurut mereka C1 yang masuk ke data center. Ternyata setelah kita cek ada perbedaan data. Data yang masuk di data center mereka tidak proporsional," kata Karyono dalam diskusi publik Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Kamis (25/4/2019) di Jakarta.

Dirinya mencontohkan, dalam pengambilan data di Banten dan cara pengambilan sampel juga ternyata kurang proporsional. Data yang masuk ke kubu 02 pun hanya 0,6 persen.

"Kalau menurut proporsi KPU. Banten itu 0,8. Di DKI Jakarta, proporsi data yang masuk data center mereka 13,7 persen. Sementara proporsi data TPS di Jakarta hanya 3,6 persen," ucapnya.

Menurut Karyono, data yang tidak proporsional akan menyebabkan hasil penghitungan yang bias. Tidak heran terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara hasil perhitungan suara kubu 02 dengan data dari lembaga survei kredibel.

"Kesimpulannya adalah data yang ditampilkan kubu Prabowo sandi yang diklaim 62 persen itu datanya tidak proporsional, sehingga datanya pasti bias," jelasnya.



Sumber: Suara Pembaruan