PB IDI: Petugas KPPS Meninggal Akibat Kelelahan dan Stes

PB IDI: Petugas KPPS Meninggal Akibat Kelelahan dan Stes
Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia seusai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Kamis, 25 April 2019 | 17:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) turut prihatin atas banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia karena stres dan kelelahan.

"Memang kerjanya KPPS itu menurut saya melelahkan dan dalam tekanan. Karena dikejar waktu deadline dalam waktu yang pendek sehingga orang kelelahan stres full," kata Pengurus PB IDI, Budi Wiweko di Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Menurut Budi, dengan beban pekerjaan yang begitu besar tentunya sangat berisiko bagi orang-orang yang fisiknya tidak bugar.

"Sehingga muncul kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan, seperti meninggal dunia. Terutama petugas-petugas yang usianya sudah cukup lanjut," ujar Budi.

Sementara itu, Wakil Ketua Divisi Bidang Hukum Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik, mengungkapkan, update terbaru jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia ada 144 orang.

Sedangkan, ada total 883 orang petugas KPPS yang jatuh sakit akibat kelelahan dalam menjalankan tugas saat proses penghitungan dan distribusi suara.

"Saat ini sudah ada 144 petugas yang wafat dari penyelenggaraan pemilu. Kemudian 883 sakit karena terus bekerja dan penuh dedikasi memastikan proses pemilu berjalan dengan jurdil di semua TPS," kata Evi di Gedung KPU RI, Rabu.



Sumber: BeritaSatu TV