Hasto: Wajar Partai di Luar Koalisi Jokowi-Ma'ruf Ingin Bergabung

Hasto: Wajar Partai di Luar Koalisi Jokowi-Ma'ruf Ingin Bergabung
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Sihaloho )
Carlos KY Paath / FER Kamis, 25 April 2019 | 18:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Keinginan partai-partai di luar koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) bergabung ke pemerintahan merupakan kewajaran. Sama halnya seperti setelah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.

"Kalau kita lihat orientasi partai-partai politik untuk bergabung dengan pemerintahan baru dalam pengalaman-pengalaman sebelumnya memang terjadi," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

Hal itu disampaikan Hasto disela acara Syukuran Perjalanan Mengawal Kemenangan di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf yang digelar DPP Arus Bawah Jokowi (ABJ), di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

"Untuk itu karena ini terkait dengan koalisi pemerintahan, tentu saja Bapak Presiden Jokowi yang nanti punya kebijakan dan akan dikonsultasikan tentu saja dengan para ketua umum parpol (partai politik)," ujar Hasto.

Hasto menyatakan, koalisi dibentuk dengan memiliki sebuah tanggungjawab terhadap janji kampanye. Memastikan agar seluruh janji kampanye bisa berjalan dengan baik, selain kalkulasi stabilitas dan efektifitas pemerintahan.

"Seperti 2014 lalu kemudian bergabung PPP dan Partai Golkar serta PAN," ucap Hasto.

"Namun, tentu saja kita juga akan melihat skala prioritas saat ini bagi Pak Jokowi bagi tim kampanye adalah mengamankan seluruh proses rekapitulasi dan kami meyakini dari rekapitulasi manual yang dilakukan KPU dan juga tim kampanye PDIP, arahnya tidak jauh dari quick count (hitung cepat)," tambah Hasto.





Sumber: Suara Pembaruan