GMNI Minta Elite Politik Hentikan Memprovokasi Rakyat

GMNI Minta Elite Politik Hentikan Memprovokasi Rakyat
Pemilu 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Yeremia Sukoyo / YUD Kamis, 25 April 2019 | 18:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Robaytullah Kusuma Jaya meminta kepada seluruh elite politik agar berhenti memprovokasi masyarakat dengan membangun narasi pendelegitimasian penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Saya minta peserta pemilu stop memprovokasi masyarakat atau memberikan informasi-informasi yang dapat memprovokasi masyarakat bertindak di luar konstitusi," kata Robaytullah dalam diskusi publik Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Kamis (25/4/2019) di Jakarta.

Dirinya melihat adanya upaya untuk melakukan delegitimasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Upaya pendelegitimasian KPU sudah bergulir jauh-jauh hari sebelum hari H Pemilu yang berlangsung pada 17 April 2019 lalu.

Kepada peserta pemilu diingatkan untuk menggunakan jalur konstitusi bila menemukan adanya kecurangan dalam Pemilu. Diantaranya seperti melaporkan kecurangan kepada Bawaslu atau mengajukan sengketa Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ruang demokrasi, ruang hukum kita sudah diberikan, apalagi ada Bawaslu sebagai pengawas pemilu. Nantinya peserta pemilu jika menemukan kecurangan silakan laporkan sehingga tidak perlu hanya disampaikan melalui media sosial," ujarnya.

Dirinya juga berharap pasca-pemilu ini masyarakat bisa merajut kembali persatuan setelah selama ini terbelah sebagai buntut dari perbedaan pilihan politik. Karena itu saat ini juga sangat diperlukan langkah konsolidasi nasional guna merajut kembali rasa persatuan dan kesatuan.



Sumber: Suara Pembaruan