PAN Dinilai Tidak Layak Masuk Kabinet

PAN Dinilai Tidak Layak Masuk Kabinet
Jeirry Sumampow ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / FER Kamis, 25 April 2019 | 18:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow, menilai Partai Amanat Nasional (PAN) tidak layak diajak bergabung ke kabinet untuk periode kedua Joko Widodo (Jokowi). PAN dinilai tidak berkeringat untuk memenangkan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Malah PAN, lewat Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais, paling kencang menghujat dan mengkritik pemerintahan Jokowi selama ini.

"Tidak layak kalau diajak bergabung. PAN itu tidak punya pendirian,” kata Jeirry dalam diskusi tentang 'Evaluasi Pemilu Legislatif (Pileg)' di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/4/2019).

Jirry meyakini, partai yang berada di koalisi saat ini akan iri hati dan bergejolak jika PAN bergabung ke koalisi Jokowi-Amin. Apalagi, nantinya jika mereka diberikan jatah menteri. Pasalnya, selama Pemilihan Presiden (Pilpres), PAN bergabung dalam koalisi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Selama Pilpres, kader-kader PAN sangat kencang menyerang pasangan Jokowi-Amin.

Jeirry juga menyebut jika PAN benar-benar diajak, berarti Jokowi selaku presiden terpilih menurut hitungan cepat (quick count) oleh sejumlah lembaga survei, tidak memiliki wibawa karena dengan mudah mengajak PAN yang sering membalelo. Jokowi juga dianggap tidak percaya diri dengan kemenangan yang diraih dan tidak percaya diri dalam menjalakan pemerintahan di periode kedua.

"Cukup di periode pertama, PAN mendapat keenakan. Waktu itu, PAN juga tidak dukung Jokowi saat Pilpres, tetapi diajak Jokowi bergabung. Kala itu bisa dimaklumi karena saat itu, Jokowi memang membutuhkan tambahan anggota koalisi agar meraih suara mayoritas di parlemen. Sekarang ini, koalisi Jokowi cukup kuat di parlemen. Jadi tidak perlu tambah lagi,” tutur Jeirry.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Istana Presiden, Jakarta, Rabu (25/4/2019). Tak hanya berdua, dalam perbincangan itu ada pula Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

 



Sumber: Suara Pembaruan