Walau Kalah di Sumbar dan Aceh, Kebijakan Jokowi Tak akan Membedakan Daerah

Walau Kalah di Sumbar dan Aceh, Kebijakan Jokowi Tak akan Membedakan Daerah
ilustrasi Jokowi ( Foto: ANTARA FOTO / ANTARA FOTO )
Carlos KY Paath / WM Kamis, 25 April 2019 | 17:51 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Seluruh relawan, khususnya DPP Arus Bawah Jokowi (ABJ) diingatkan untuk mengedepankan persaudaraan. Merangkul seluruh rakyat Indonesia setelah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

"Kepada seluruh relawan khususnya arus bawah, mari kita ke depankan berdama persaudaraan. Mari kita ke depankan semangat merangkul," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf), Hasto Kristiyanto.

Hal itu disampaikan Hasto dalam acara Syukuran Perjalanan Mengawal Kemenangan di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf yang digelar ABJ, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

"Sesuai dengan watak dan karakter Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin yang selalu merangkul. Tidak pernah membeda-bedakan," ucap Hasto.

Hasto menuturkan, Jokowi-Ma'ruf boleh jadi mengalami kekalahan di Sumatera Barat (Sumbar) maupun Aceh. "Tetapi percayalah, kebijakan pembangunan Pak Jokowi tidak akan membeda bedakan. Satu daerah dengan daerah yang lain," ujar Hasto.

Hasto pun menyebut, "Semua daerah ditempatkan dalam skala prioritas untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, Indonesia berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam budaya."

Hasto menyatakan, delapan bulan perhelatan Pemilu, telalu lama untuk berkontestasi. "Saatnya kita ke depankan semangat persaudaraan, semangat cinta kasih. Kemenangan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin ini adalah kemenangan rakyat. Bukan kemenangan 01, bukan Kemenangan partai-partai pengusung," tegas Hasto.

Hasto kembali menekankan, "Ini adalah kemenangan rakyat yang mampu menunjukkan jalan demokrasi yang terbaik yang bisa diraih rakyat. Kita adalah arus bawah yang tidak pernah menyerah. Selamat perjuangan kita belum selesai. Kita kawal Pak Jokowi-Amin untuk Indonesia raya kita."



Sumber: Suara Pembaruan