Partisipasi Pemilih Luar Negeri Meningkat Tajam

Partisipasi Pemilih Luar Negeri Meningkat Tajam
Warga Indonesia di Tanzania berpose usai memberikan suaranya di Pemilu 2019 pada TPS Luar Negeri Dar es Salaam, Tanzania, Sabtu, 13 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Robert Wardy / YS Senin, 29 April 2019 | 20:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  – Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo mengemukakan, partisipasi pemilih luar negeri dalam Pemilu 2019 ini meningkat sangat tajam. Jika pada pemilu-pemilu sebelumnya, antusiasme pemilih sangat rendah, kali ini membludak.

“Tahun 2004 dan 2009 hampir sama yaitu 20 persen. Tahun 2014, naik sedikit menjadi 23 persen. Tahun ini, perhitungan sementara KPU mencapai 63 persen. Jadi antusiasme buruh migran meningkat tajam,” kata Wahyu dalam paparan mengenai Tantangan Pemilu 2019 di Luar Negeri di Media Center Bawaslu, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Ia menjelaskan, tingginya partisipasi pemilih tidak diimbangi dengan kesiapan penyelenggara pemilu. Para penyelenggara malah gagap dan panik menghadapi tingginya partisipasi pemilih.

“Antusiasme buruh migran tidak diantisipasi penyelenggara. Misalnya di Malaysia dan Hong Kong. Di Hong Kong, bahkan ada 4.000 orang yang pulang tanpa memilih,” ungkap Wahyu.

Sementara Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin mengemukakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sedang membahas proses pemungutan suara lanjutan di Sydney. Hal itu sebagai implikasi dari adanya ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) di Sydney yang tidak bisa mencoblos karena Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah ditutup. Padahal warga yang mengantre untuk coblos masih banyak.

"Sedang direkomendasikan Pemilu lanjutan untuk di Sydney,” kata Afif.

Afif menjelaskan, yang terjadi di Sydney adalah panitia pemilu memang menyewa tempat untuk pemungutan suara. Namun sewa tempat tersebut ada batas waktunya. Ketika batas waktu habis sementara pemilih masih banyak mengantre, hal itu tidak diantisipasi panitia. Makanya terjadi penutupan TPS meski masih ada warga yang mengantre.

"Di Sydney itu sempat simpang siur tidak ada tindak lanjut. Kami pastikan ini sedang proses tindak lanjut. Itu akan bisa menggunakan hak pilih di saat pemungutan suara lanjutan dilaksanakan," tuturnya.



Sumber: Suara Pembaruan