Wajah-Wajah Baru Calon Penghuni Senayan

Wajah-Wajah Baru Calon Penghuni Senayan
Krisdayanti ( Foto: istimewa )
Asni Ovier / AO Rabu, 1 Mei 2019 | 08:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah nama calon anggota legislatif (caleg) diprediksi bakal mendapatkan kursi di DPR. Di antara caleg yang lolos ke Senayan itu, terdapat beberapa wajah baru yang akan mewarnai parlemen lima tahun mendatang.

Menurut informasi yang diperoleh Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (1/5/2019), di kalangan politisi ada nama Cornelis. Mantan gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) itu adalah caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bertarung di daerah pemilihan Kalbar 1. Cornelis sebelumnya menjabat sebagai gubernur Kalbar selama dua periode (2008-2018). Dia juga pernah menjadi Bupati Landak, Kalbar, pada 2001-2008.

Kemudian, ada pula nama Frans Lebu Raya, yang bertarung di dapil (Nusa Tenggara Timur) NTT 1 dari PDIP. Di panggung politik, Frans Lebu bukan orang baru. Selain menjabat sebagai Ketua DPD PDIP NTT, dia juga selama dua periode menjabat gubernur NTT, yakni pada 2008-2018. Bahkan, sebelumnya, dia juga pernah menjadi wakil gubernur NTT periode 2003-2008.

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi Sapto Prabowo juga diprediksi lolos ke Senayan. Sebelum menjadi caleg, Johan menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan. Dia maju dari PDIP di Dapil Jawa Timur 7.

Sementara, di kalangan pengusaha, wajah baru yang akan menghias Senayan adalah Rachmat Gobel. Pengusaha nasional bos Panasonic Gobel Group itu menjadi caleg dari Partai Nasdem. Gobel bertarung di Dapil Gorontalo.

Di kalangan militer, ada nama Mayjen Mar (Pur) Sturman Panjaitan. Di TNI, Sturman pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Jakarta (2010 – 2012), Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI (2015), dan sebelum pensiun menjabat sebagai Staf Ahli Tingkat III Bidang Industri Teknologi Militer Panglima TNI. Sturman maju sebagai caleg PDIP untuk Dapil Kepulauan Riau.

Di kalangan artis, cukup banyak caleg baru yang diprediksi lolos ke Senayan. Salah satunya adalah musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Saat ini Dhani Ahmad tengah menjalani hukuman penjara 1,5 tahun setelah divonis bersalah melakukan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) lewat cuitan di Twitter. Ahmad Dhani maju sebagai caleg Partai Gerindra di Dapil Jatim I.

Istri Ahmad Dhani yang juga mantan penyanyi, Mulan Jameela juga diprediksi lolos ke Senayan. Sama dengan suaminya, Mulan Jameela diusung oleh Partai Gerindra. Namun, dapil Mulan Jameela berbeda dengan Ahmad Dhani. Mulan bertarung di Dapil Jawa Barat (Jabar) XI.

Dalam suatu wawancara, Mulan Jameela mengaku belum mengecek apakah dirinya memang lolos ke Senayan. "Enggak tahu, aku enggak pernah ngecek. Aku saja enggak pernah mikirin. Yang penting buat aku sih 02 menang," ujar Mulan seperti dikutip Antara.

Artis lain yang lolos ke Senayan adalah penyanyi yang disebut sebagai salah satu diva Indonesia, Krisdayanti. Perempuan yang bernama asli Kris Dayanti itu menjadi caleg PDIP untuk Dapil Jatim V, yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Saat menjadi caleg, Krisdayanti pernah mengutip pesan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Megawati berpesan agar para artis yang terpilih nanti dapat memperjuangkan penguatan kebudayaan Indonesia melalui perannya sebagai seniman. "DPR harus memberikan wadah untuk para seniman dan praktisi budaya memperjuangkan penguatan kebudayaan dengan pembuatan regulasi di Komisi X," ujar perempuan kelahiran Kota Batu, Jatim, 24 Maret 1975 itu.

Krisdayanti juga mengaku bertekad untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, anak-anak, dan penyandang cacat. "Di tempat kelahiran saya, ada sekitar 1.000 orang penyandang cacat. Kalau saya terpilih menjadi anggota DPR akan saya perjuangkan hak-hak mereka dengan baik," katanya.

Masyarakat tentu berharap agar wajah-wajah baru di parlemen nanti bisa memberikan harapan baru dalam memperjuangkan nasib rakyat. Mereka memiliki tugas yang tidak ringan untuk mengubah citra parlemen agar lebih peduli terhadap kepentingan rakyat dan tidak terseret dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.



Sumber: BeritaSatu.com