Serang Media, Prabowo Dinilai Tokoh Otoriter

Serang Media, Prabowo Dinilai Tokoh Otoriter
Prabowo Subianto. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / WM Kamis, 2 Mei 2019 | 18:38 WIB

Serang Media, Prabowo Dinilai Tokoh Otoriter

Jakarta, Beritasatu.com – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai, Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto adalah watak pribadi yang otoriter. Hal itu salah satunya terlihat beberapa kali dia menyerang media massa. Padahal media massa adalah pilar keempat demokrasi.

“Berkali-kali Prabowo tercatat menyerang secara kasar media. Kali ini Prabowo menyebut media ikut merusak demokrasi di Indonesia. Tuduhan kasar seperti itu semakin menunjukan bahwa Prabowo sebagai pemimpin politik tidak pernah mau mengerti fungsi pers dalam demokrasi. Bahkan sangat jelas mencerminkan watak seorang pemimpin otoriter yang sangat anti kritik dan juga anti pada suara kritis media,” kata Ace, di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Sebagaimana diketahui, Prabowo kembali menyerang media masa pada peringatan hari buruh pada Rabu (1/5/2019). Prabowo menyebut media ikut merusak demokrasi.

"Kami bukan kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Cukup sudah penindasan kepada rakyat. Cukup-cukup. Ya itu ada media-media juga, gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah hey kau media ikut merusak demokrasi di Indonesia," kata Prabowo.

Ace menjelaskan, jika media tidak menyuarakan kepentingan politik Prabowo, kemudian dituduh sebagai media yang merusak demokrasi. Sebaliknya yang memuji-muji Prabowo dan lebih banyak menyuarakan kepentingannya, disanjung dan dianggap teman.

“Media bekerja berdasarkan prinsip-prinsip jurnalisme. Memberitakan berdasarkan fakta, melakukan check dan recheck terhadap apa yang disampaikan serta juga melakukan edukasi ke publik. Dengan cara kerja media seperti itu jelas hoax, kebohongan, dan juga ujaran kebencian tidak mendapatkan tempat di media,” tutur Ace yang juga polisiti Partai Golkar ini.

Dia menambahkan media bukan seperti bebek-bebek yang bisa digiring untuk kepentingan politik Prabowo. Awak media punya akal sehat yang tidak mudah dikendalikan untuk sebar kebohongan dan sandiwara. Media juga rasional dengan tidak mau meracuni masyarakat dengan halunisasi, ilusi, dan provokasi.

“Kebebasan pers adalah tiang penyangga demokrasi. Upaya untuk mengancam media dalam menjalankan tugas jurnalismenya jelas perilaku diktator yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Sangat disayangkan, sebagai politisi yang menikmati ruang kebebasan dalam alam demokrasi, Prabowo justru ingin membunuh salah satu elemen paling dasar dari demokrasi yakni kebebasan pers,” tutup Prabowo.



Sumber: Suara Pembaruan