Ahmad Dhani Diprediksi Gagal ke Senayan

Ahmad Dhani Diprediksi Gagal ke Senayan
Ahmad Dhani. ( Foto: Antara )
Aries Sudiono / FMB Jumat, 3 Mei 2019 | 22:59 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Musisi Ahmad Dhani Prasetyo, caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Jatim untuk wilayah Surabaya-Sidoarjo diprediksi Direktur SCG Research and Consulting Didik Prasetyono, gagal menjadi anggota legislatif di Senayan. Suami Mulan Jameela itu kalah bersaing dengan caleg petahana Bambang Haryo yang sama-sama bertarung di Dapil I Jatim (Surabaya-Sidoarjo). Bahkan, caleg lainnya seperti Andre Hehanussa (PDIP), Manohara Odelia Pinot (Partai NasDem) dan Sundari Soekotjo (PKB) di dapil yang sama juga mengalami kegagalan.

“Ini karena ketatnya persaingan antarcaleg di mata masyarakat Kota Surabaya dan Sidoarjo,” ujar Direktur SCG Research and Consulting Didik Prasetyono dalam keterangan persnya terkait hasil real count SCG Research and Consulting, wilayah Dapil I Surabaya-Sidoarjo, di Surabaya, Jumat (3/5/2019).

Menurut dia, di dapil tersebut masih dikuasai PDIP dan PKB yang pada Pileg 2019 ini keduanya memiliki jatah tiga dan dua kursi. Sementara Partai Gerindra, tempat Ahmad Dhani bernaung hanya mampu memperoleh jatah satu kursi.

Didik Prasetyono lebih lanjut menjelaskan, perolehan suara Ahmad Dhani ada di kisaran 35.000 suara. Jauh di bawah kedua caleg Partai Gerindra lainnya, Rahmat Muhajirin dan Bambang Haryo yang mampu mengumpulkan di atas 50.000 suara. Jadi satu kursi milik Partai Gerindra diperebutkan Rahmat Muhajirin dan Bambang Haryo. Selisih suara keduanya tipis. Tak hanya Dhani, sejumlah caleg artis lainnya di Dapil I Jatim juga diprediksi gagal lolos ke Senayan.

Menurut Didik, caleg-caleg artis masih belum memperoleh kepercayaan dari warga Surabaya dan Sidoarjo. Berdasarkan konversi kursi dengan metode Sainte Lague, tiga kursi DPR RI diperkirakan menjadi milik PDI Perjuangan, dua kursi untuk PKB dan masing-masing untuk Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKS, serta satu lagi masih terbuka diperebutkan Partai Demokrat dan Nasdem.

Pada Pemilu 2019 ini, PDI Perjuangan masih menjadi partai dengan perolehan suara tertinggi dengan 24,92 persen di Dapil Jatim I, kemudian disusul PKB 16,60 persen, Partai Gerindra 12,6 persen, Partai Golkar 10,68 persen, PAN 6,26 persen, PKS 6,2 persen, Partai Demokrat 4,52 persen, PSI 4,45 persen dan Partai Nasdem 4,23 persen. Di papan tengah ada PPP 3,65 persen, Partai Perindo 2,99 persen dan papan bawah Partai Berkarya 1,09 persen, PBB 0,65 persen, Partai Hanura 0,64 persen, Partai Garuda 0,37 persen dan PKPI 0,15 persen, katanya.

Perolehan itu kata Didik, berdasarkan data real count TPS yang direkapituliasi tim SCG dari kelurahan-desa dan kecamatan di Surabaya dan Sidoarjo yang telah mencapai 87 persen input TPS per tanggal 2 Mei 2019. Didik menilai, perolehan suara partai dalam Pemilu 2019 kali ini relatif tak berbeda jauh dengan Pemilu 2014. Pada Pemilu 2014, kursi Dapil Jatim 1 diraih PDI Perjuangan 24,66 persen (3 kursi); PKB 19,12 persen (2 kursi), Partai Gerindra 12,42 persen (1 kursi), Partai Demokrat 9,24 persen (1 kursi); PAN 9,74 persen (satu kursi); Partai Golkar 6,63 persen (1 kursi), dan PKS 5,09 persen juga satu kursi.

Dibandingkan dengan Pemilu 2014, defisit Pemilu 2019 paling besar dialami Partai Demokrat, yang turun sebesar 4,72 persen, disusul Hanura 3,68 persen, PAN turun 3,49 persen, dan PKB turun 2,25 persen.



Sumber: Suara Pembaruan