Ini Penjelasan PPLN Osaka Soal Ahok Saat Pencoblosan

Ini Penjelasan PPLN Osaka Soal Ahok Saat Pencoblosan
Basuki Tjahaja Purnama. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / MPA Senin, 6 Mei 2019 | 19:19 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN) Anung Wibowo menjelaskan kasus yang melibatkan
eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada saat pencoblosan Minggu, 14 April 2019 yang lalu. Dalam video yang beredar, Ahok mengaku dihalang-halangi oleh penyelenggara di Osaka untuk mencoblos.

Anung memberikan klarifikasi bagaimana kejadian yang sesungguhnya soal kericuhan di Osaka pada acara Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Senin (6/5/2019).

"Dapat kami jelaskan bahwa Bapak Ahok memang sudah terdaftar di DPTb Luar Negeri, beliau tertib, mendaftar semua dokumen lengkap dan kami sudah catat," ujar Anung.

Ahok, kata Anung, tiba di lokasi pencoblosan ketika antrian sudah panjang. Namun, saat itu Ahok mengikuti antrian dengan tertib. Hanya saja, menurut Anung, Ahok sempat keluar antrian untuk berfoto dengan orang-orang di tempat pencoblosan.

"Agar tidak mengganggu antrian beliau (Ahok) keluar antrian dan menyuruh temannya mengganti antri. Kemudian ketika sudah selesai foto-foto, beliau (Ahok) mau balik ke antrian lagi, masyarakat tidak mau. Kenapa tidak mau? Kebiasaan di Jepang, kalau kita antri kemudian keluar dari antrian, dia harus antri dari belakang," terang dia.

Setelah itu, lanjut, Anung Ahok sempat adu argumen dengan masyarakat dan saksi dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena kejadian itu. Akan tetapi, PPLN Osaka langsung memisahkan mereka setelah kurang lebih 7 menit adu argumen.

"Karena apa? Mohon maaf di sini juga terlihat, di sini sudah mulai takbir dan di situ dalam ruangan yang sempit sehingga polisi datang. Jadi saya sampaikan, mohon maaf, kalau Anda tidak berhenti ribut, polisi yang turun tangan, kita bubar pemilu. Akhirnya mereka bisa mengerti dan diselesaikan," ungkap Anung.

Anung menyayangkan sikap Ahok yang menuduh pihaknya menghalang-halangi Ahok untuk menggunakan hak pilihnya. Padahal, PPLN Osaka berupaya melayani semua pemilih agar bisa menggunakan hak pilihnya.

"Hanya saja yang saya sayangkan secara pribadi beliau mentwit dihalang-halangi panitia," pungkas Anung.

Pada video yang beredar kala pemilu di Osaka, Ahok mengatakan hampir kehilangan hak pilihnya karena ‘dikerjai’ oknum pemungutan suara di luar negeri.

“Malah dibilang gak boleh, antre sama yang lain, percuma dong dua bulan, saya harus antre. Padahal sejak keluar dari tahanan, saya berusaha tidak mau marah, tapi pas ketemu orang kayak gitu mesti dimarahi, baru dia takut. Kalau gak, gak bisa pilih tadi,” ujar Ahok



Sumber: BeritaSatu.com