Golkar‎ Usulkan Pileg dan Pilpres "Dicerai"

Golkar‎ Usulkan Pileg dan Pilpres
Melchias Marcus Mekeng. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / AMA Rabu, 8 Mei 2019 | 12:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Golkar berpandangan pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) harus kembali dipisah seperti pada pemilu-pemilu sebelumnya. Pasalnya, banyak problem yang terjadi dalam Pemilu serentak 2019 dan memakan banyak korban jiwa petugas pemilu.

"Kembalikan kayak yang sebelum yang terakhir ini (2019, Red). Pileg untuk DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta DPD. ‎Sementara Pilpres untuk eksekutif," kata Ketua Fraksi PG di DPR Melkias Marcus Mekeng di Jakarta, Rabu (8/5).

Persoalan lain selama pemilu serentak, menurut Melkias Marcus Mekeng, konsentrasi masyarakat hanya tertuju pada pilpres. "Sebaiknya dipisah saja karena apabila digabung, konsentrasi masyarakat tidak fokus pada Pileg. Akibatnya bisa mendegradasi hasil dan kualitas Pileg," jelasnya.

Menurut Melkias Marcus Mekeng yang juga Ketua Komisi XI DPR itu, ‎isu atau tujuan penghematan dan simplifikasi proses demokrasi dari pelaksanaan pemilu serentak harus dipikirkan lagi. Berbagai persoalan yang terjadi dengan adanya pemilu serentak harus dijadikan pertimbangan untuk evaluasi.

Melkias Marcus Mekeng juga mengemukakan, sistem pemilu dengan sistem terbuka seperti sekarang ini juga harus dievaluasi. PG inginkan kembali ke sistem pemilu proporsional tertutup.

"Sebaiknya dikaji ulang sistem terbuka ini karena makna partai politik untuk menjadi tempat pengkaderan semakin berkurang dalam siatem terbuka. Sering kader yang sudah mumpini di partai dikalahkan oleh orang-orang pendatang baru yang memiliki kelebihan logiastik dan finansial yang diberi kesempatan maju dan menguasai medan‎," tutup Melkias Marcus Mekeng



Sumber: Suara Pembaruan