Said Aqil Imbau Agama Jangan Jadi Kendaraan Politik

Said Aqil Imbau Agama Jangan Jadi Kendaraan Politik
Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat 1 Maret 2019. ( Foto: Ist )
/ YUD Kamis, 9 Mei 2019 | 15:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil Siradj mengimbau agar pada pemilu ke depan, agama tidak lagi dijadikan tunggangan politik.

"Baru kali ini pemilu isunya kemarin agama dijadikan kepentingan pemenangan di dalam pemilu. Ini mudah-mudahan jangan sampai terulang," kata Said usai menemui Presiden Joko Widodo ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Menurut Said, persaingan dalam Pemilu lebih baik dilakukan dengan adu program pembangunan Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa isu perbedaan politik yang membawa agama telah memecah persatuan sejumlah negara di kawasan TImur Tengah, seperti Mesir, Suriah dan Irak.

Selain itu, Said menambahkan untuk yang ingin mengadukan kecurangan dalam proses Pemilu 2019, seluruh pihak bisa melaporkannya kepada Bawaslu maupun Mahkamah Konstitusi sesuai konstitusi.

"Kita berbagai ormas ini, harus menjaga keutuhan masyarakat, kembali kepada kodrat ukhuwah nasional, ukhuwah wathoniyah," tegas Said.

Selain itu, anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Ma'arif mengatakan keutuhan bangsa harus dijaga seluruh pendukung dan tokoh pemimpin.

Dia meminta presiden terpilih nanti harus menjadi pemimpin tidak hanya bagi pendukungnya, namun untuk seluruh bangsa Indonesia.



Sumber: ANTARA