Waketum Gerindra Minta Demokrat Keluar dari Koalisi

Waketum Gerindra Minta Demokrat Keluar dari Koalisi
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (ketiga kanan), Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) dan sejumlah Pimpinan koalisi Adil Makmur berfoto bersama sebelum melakukan petemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 21 Desember 2018. ( Foto: Antara / Galih Pradipta )
Hotman Siregar / HA Jumat, 10 Mei 2019 | 19:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyarankan agar Partai Demokrat sebaiknya keluar saja dari koalisi Adil Makmur.

"Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi saja pakai mencla-mencle segala. Monggo keluar saja deh. Wong engak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo-Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara loh," ujar Arief Poyuono kepada Beritasatu.com, Jumat (10/5/2019).

Arief mengaku mengatahui kenapa Demokrat seperti undur-undur. Ia berspekulasi belum ada "jaminan hukum dari capres Joko Widodo bagi keluarga SBY" yang dia duga banyak terlibat kasus Korupsi seperti kasus Korupsi proyek Hambalang.

"Tapi saya yakin kangmas Joko Widodo tidak akan pernah menjamin kalau keluarga SBY nggak akan diproses hukum oleh KPK ya. Sebab kangmas itu selama ini jelas sangat mendukung pemberantasan korupsi," katanya.

Arief juga yakin nasibnya Demokrat akan seperti tokoh Aswatama setelàh Perang Bharatayudha yang tidak diterima di mana-mana. Dia juga yakin nantinya koalisi parpol Megawati Soekarnoputri akan menolaknya.

"Enggak ada yang mau koalisi sama Demokrat tuh. Kita ajak koalisi cuma kita kasihan saja waktu itu, sebab enggak bisa ikut pemilu 2024 kalau tidak ada yang mau koalisi," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan